Ini dapat dilihat dari pertumbuhan aplikasi
daring dan teknologi lainnya, serta peningkatan permintaan akan jaringan
internet.
Kondisi ini ditambah dengan wacana Indonesia
yang akan memulai infrastruktur 5G oleh beberapa operator seluler.
Baca Juga:
Arus Mudik Lebaran, Jasa Marga Catat 1,6 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta
Pengembangan backbone bagi fiber optic
ini dapat mendukung dan menjembatani pemerataan infrastruktur fiber optic.
Langkah ke depan tidak menutup kemungkinan
bahwa JMRB akan mengembangkan backbonefiber
optic ke seluruh Indonesia.
Ini mengingat mayoritas konsesi jalan tol di
seluruh Indonesia dimiliki oleh Jasa Marga Group.
Baca Juga:
Volume Lalu Lintas Tol MKTT Naik 26,6 Persen pada H-3 Lebaran 2025
Penguatan lini bisnis utilitas digital ini
sejalan dengan rencana JMRB yang bakal melakukan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran saham
perdanadalam waktu dekat.
Selain utilitas digital, JMRB juga tengah
gencar melakukan kajian dan pengembangan koridor jalan tol atau Toll Corridor Development (TCD).
Terdekat, JMRB akan memulai proyek TCD Taman
Mini Indonesia Indah (TMII) serta Jasa Marga Tower. [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.