Adapun penguatan pengawasan dan pengamanan dilakukan bersinergi dengan TNI AL, Polri, Basarnas, operator pelabuhan, serta pemangku kepentingan lainnya.
Menurut Masyhud peningkatan mobilitas masyarakat pada periode libur Natal dan tahun baru menuntut kesiapsiagaan yang lebih tinggi dan koordinasi lintas sektor.
Baca Juga:
Kado Natal Menyongsong Tahun Baru, Pemdes Pulo Pakkat Salurkan BLT Dana Desa
“Periode Natal dan tahun baru selalu ditandai dengan lonjakan pergerakan penumpang. Karena itu, operasi patroli harus dirancang lebih terukur, responsif, dan berorientasi pada keselamatan,” ujarnya.
Ia menegaskan operasi patroli menjadi instrumen penting untuk memastikan seluruh aktivitas pelayaran memenuhi standar keselamatan, mulai dari kelaiklautan kapal, kepatuhan manifest, perlengkapan alat keselamatan, hingga kesiapsiagaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
Adapun daerah yang menjadi pusat perhatian angkutan laut difokuskan pada wilayah dengan potensi peningkatan penumpang dan cuaca ekstrem, seperti Sumatera Utara, Nias, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara, Papua, dan Makassar, melalui sinergi lintas sektor.
Baca Juga:
Tanpa Kembang Api, Jakarta Himpun Rp3,1 Miliar untuk Korban Bencana
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.