WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terus mendorong pemerataan kualitas pendidikan tinggi secara nasional sebagai upaya menghadirkan talenta unggul di seluruh Indonesia.
Langkah tersebut diwujudkan melalui transformasi pembelajaran digital di perguruan tinggi.
Baca Juga:
Jangan Abaikan Kesehatan Gigi, Ini Manfaat Scaling Setelah Ramadan dan Lebaran
Program ini mencakup pengembangan video bahan ajar interaktif serta skema microcredential untuk memperluas akses pembelajaran.
Dalam pelaksanaannya, kementerian menggandeng Universitas Terbuka sebagai mitra strategis guna menjangkau mahasiswa di berbagai daerah.
Dalam pembahasan yang dilakukan secara daring, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan langkah konkret untuk mengatasi kesenjangan akses terhadap bahan ajar berkualitas.
Baca Juga:
Kemdiktisaintek Teken Kontrak Kinerja dengan LLDikti untuk Perkuat Tata Kelola Pendidikan Tinggi
“Melalui pemanfaatan teknologi komunikasi dan internet yang semakin maju, kita ingin dosen dari berbagai daerah dapat mengembangkan video bahan ajar yang bisa dimanfaatkan secara luas oleh seluruh perguruan tinggi di Indonesia,” ujar Menteri Brian.
Ia menjelaskan bahwa Universitas Terbuka dipilih karena pengalamannya sebagai pelopor pembelajaran jarak jauh di Indonesia.
Dalam skema ini, Universitas Terbuka akan berperan sebagai penyedia platform, infrastruktur, serta kerangka pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai perguruan tinggi.
Program pengembangan video bahan ajar akan difokuskan pada mata kuliah dasar dengan tingkat kebutuhan tinggi.
Dengan demikian, materi pembelajaran tersebut dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak mahasiswa di seluruh Indonesia.
Selain itu, pembelajaran akan dirancang secara kolaboratif melalui pendekatan team teaching.
Pendekatan ini memungkinkan dosen dari berbagai perguruan tinggi untuk berperan sebagai pengampu bersama guna meningkatkan kualitas pembelajaran.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman menambahkan bahwa kementerian telah menyiapkan berbagai skema dukungan.
Dukungan tersebut mencakup koordinasi lintas unit serta peluang pendanaan melalui kerja sama dengan mitra pembangunan internasional.
“Kami telah melakukan koordinasi dengan berbagai unit, termasuk Belmawa, untuk mengidentifikasi program yang dapat disinergikan. Selain itu, pengembangan ini juga didukung melalui skema pendanaan kolaboratif,” jelas Dirjen Risbang.
Sementara itu, Rektor Universitas Terbuka Ali Muktiyanto menyatakan kesiapan institusinya dalam mendukung program tersebut.
Ia menyebutkan bahwa Universitas Terbuka memiliki berbagai fasilitas pendukung, termasuk studio produksi dan UT TV untuk pengembangan konten pembelajaran digital.
“Universitas Terbuka siap memfasilitasi pengembangan video bahan ajar melalui berbagai sarana yang kami miliki, termasuk studio produksi dan UT TV,” ujar Rektor UT.
Melalui inisiatif ini, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya dalam meningkatkan aksesibilitas pendidikan tinggi.
Pemanfaatan teknologi diharapkan mampu menghadirkan pemerataan kualitas pembelajaran di seluruh wilayah Indonesia.
Dengan demikian, seluruh mahasiswa Indonesia dapat memperoleh akses pendidikan berkualitas tanpa terkendala jarak dan keterbatasan sumber daya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]