Kemampuan ini dinilai sangat mendukung percepatan penanganan darurat hingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Dody juga menegaskan bahwa kehadiran negara harus dirasakan masyarakat dalam berbagai kondisi, tidak terbatas pada saat terjadi bencana saja, melainkan juga dalam pemenuhan kebutuhan dasar.
Baca Juga:
Pemerintah Percepat Penanganan Perlintasan Sebidang Kereta Api, 3 Proyek di Jawa Barat Jadi Prioritas
“Negara harus hadir manakala rakyat memerlukan, bukan hanya saat bencana. Banyak pekerjaan yang masih harus kita lakukan, mulai dari penyediaan air bersih hingga pembangunan infrastruktur lainnya,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa penanganan bencana, khususnya di wilayah Aceh, masih memerlukan perhatian berkelanjutan.
Pendekatan kepada masyarakat dinilai menjadi aspek penting dalam proses tersebut.
Baca Juga:
Usai Bencana Sumatra, Pejabat PU Ungkap Butuh Dana Besaar Untuk Rehabilitasi
“Tidak semua bisa mengandalkan alat berat, tetapi juga membutuhkan sumber daya manusia yang mampu berkoordinasi dan berdiskusi dengan masyarakat,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Dody juga membuka ruang dialog bersama generasi muda, sekaligus mendorong mereka untuk terus berinovasi dan menyumbangkan gagasan demi meningkatkan kinerja organisasi.
Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran sumber daya manusia, khususnya generasi muda, dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional yang berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.