WAHANANEWS.CO, Jakarta - Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK, Warsito, menegaskan bahwa pelaksanaan Car Free Day (CFD) memiliki potensi besar sebagai instrumen strategis dalam mendorong pembudayaan olahraga di tengah masyarakat secara luas, konsisten, dan berkelanjutan.
Hal ini disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pembudayaan Olahraga Masyarakat melalui CFD yang berlangsung di Kantor Kemenko PMK, Selasa (14/4/2026).
Baca Juga:
Kemenko PMK Dorong Mitigasi Bencana Digital Lewat Platform Mitigator.id
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai kementerian dan lembaga sebagai bentuk penguatan kolaborasi lintas sektor guna memastikan efektivitas program pemerintah di bidang kesehatan dan olahraga masyarakat.
“Car Free Day kita manfaatkan sebagai ‘perahu bersama’ untuk memastikan program-program pemerintah berjalan optimal, khususnya dalam mendorong pembudayaan olahraga dan gaya hidup sehat di masyarakat,” ujar Warsito.
Ia menjelaskan bahwa pembudayaan olahraga telah menjadi bagian dari prioritas pembangunan nasional yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), khususnya dalam meningkatkan proporsi masyarakat usia 10 tahun ke atas yang aktif berolahraga secara rutin.
Baca Juga:
Pemerintah Perkuat Pengelolaan DAS Ayung Berbasis Kajian Ilmiah untuk Cegah Banjir
Menurutnya, rendahnya tingkat aktivitas fisik masyarakat saat ini masih menjadi tantangan serius yang perlu diatasi secara bersama-sama oleh seluruh pemangku kepentingan.
“Saat ini sekitar 37,4 persen masyarakat masih kurang beraktivitas fisik. Ini menjadi tantangan untuk mendorong perubahan perilaku melalui pembudayaan olahraga,” jelasnya.
Lebih lanjut, Warsito mengungkapkan bahwa CFD yang awalnya berfokus pada isu lingkungan, kini berkembang menjadi ruang publik multifungsi.
Selain sebagai sarana mengurangi polusi kendaraan bermotor, CFD juga dimanfaatkan untuk mengkampanyekan gaya hidup sehat, mempererat interaksi sosial, hingga mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pelibatan pelaku UMKM.
“CFD bukan sekadar bebas kendaraan, tetapi bagaimana ruang ini diisi dengan aktivitas yang mendorong masyarakat hidup sehat, aktif, dan produktif,” imbuhnya.
Ia menegaskan bahwa peran Kemenko PMK bukan sebagai pelaksana teknis CFD, melainkan sebagai koordinator yang mengintegrasikan berbagai program lintas kementerian dan lembaga agar berjalan selaras dan memberikan dampak yang maksimal.
Kebijakan ini juga sejalan dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 800.1.5/3349/SJ terkait Transformasi Budaya Kerja ASN di daerah yang mendorong pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor.
Dalam rapat tersebut, sejumlah isu strategis turut dibahas, di antaranya penguatan aktivitas dalam CFD seperti olahraga masyarakat, edukasi kesehatan, kampanye hidup sehat, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan partisipasi komunitas secara inklusif.
Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Sri Wahyuni, menyampaikan bahwa penguatan CFD akan didorong melalui branding Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar (GEMAR) sebagai identitas kampanye nasional.
“Melalui GEMAR, Car Free Day akan dikembangkan sebagai ruang publik yang menghadirkan beragam aktivitas olahraga, kampanye hidup sehat yang masif, serta partisipasi masyarakat yang inklusif, termasuk pelibatan UMKM secara terarah,” ujarnya.
Pada tahap awal implementasi, program penguatan CFD akan difokuskan di Pulau Jawa yang mencakup 119 kabupaten/kota di enam provinsi.
Setiap daerah diperkirakan akan melibatkan sekitar 1.000 hingga 2.000 peserta, sehingga membutuhkan dukungan aktif dari seluruh pihak, baik pemerintah, komunitas, maupun masyarakat luas.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Dalam Negeri menekankan pentingnya penguatan kebijakan di tingkat daerah.
CFD diharapkan dapat menjadi bagian dari strategi promotif dan preventif dalam sektor kesehatan, serta diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan daerah seperti RPJMD, Renstra OPD, hingga program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), dengan dukungan regulasi daerah yang memadai.
Seluruh kementerian dan lembaga yang hadir menyatakan komitmen untuk mendukung penguatan CFD sebagai sarana pembudayaan olahraga.
Dukungan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari komunikasi publik, layanan kesehatan, transportasi, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Warsito juga menyampaikan rencana penyusunan kebijakan terpadu berupa edaran bersama lintas kementerian dan lembaga agar pelaksanaan CFD di berbagai daerah memiliki arah yang seragam dan terkoordinasi dengan baik.
“Kita ingin semua kementerian dan lembaga bergerak dalam satu kesatuan sesuai dengan peran tugas masing-masing dan terintegrasi dalam satu kebijakan bersama yang memperkuat gerakan masyarakat hidup sehat,” tegas Warsito.
Ia menambahkan bahwa pertemuan lanjutan akan segera dilakukan guna membahas aspek teknis secara lebih rinci, termasuk penyusunan rencana tindak lanjut dan kemungkinan penguatan melalui regulasi bersama yang lebih komprehensif.
Melalui penguatan sinergi lintas sektor ini, Kemenko PMK berharap Car Free Day tidak hanya menjadi agenda rutin mingguan, tetapi berkembang menjadi gerakan nasional yang mampu mendorong budaya hidup sehat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memberikan dampak positif bagi pembangunan bangsa secara berkelanjutan.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri oleh Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Sri Wahyuni, perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, Kementerian UMKM, Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Sekretariat Negara, Kepolisian Republik Indonesia, serta Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]