Target tersebut akan dicapai melalui dua gelombang perekrutan sebagai bagian dari upaya strategis memperkuat sistem pertahanan negara berbasis sumber daya manusia.
Dalam amanatnya, Kabacadnas Kemhan Letjen TNI Gabriel Lema menegaskan bahwa pembentukan Komcad dari unsur ASN merupakan langkah konkret dalam membangun sinergi lintas sektor guna menghadapi berbagai ancaman strategis yang semakin kompleks dan dinamis di era global saat ini.
Baca Juga:
Kasum TNI Berikan Pembekalan Pada Executive Course Cohort-7 Unhan RI
“Sinergi kementerian dan lembaga di tingkat pusat ini akan menjadi pilot project pada tingkat daerah. Langkah ini sangat bermanfaat dalam membangun sumber daya manusia unggul yang profesional, berintegritas, dan memiliki karakter bela negara menuju Indonesia Emas Tahun 2045,” tegas Kabacadnas.
Ia juga menegaskan bahwa keikutsertaan ASN dalam program Komcad tidak akan mengganggu jalannya pelayanan publik di instansi masing-masing.
Hal ini karena sistem yang diterapkan tetap menjaga keseimbangan antara tugas kedinasan dan kewajiban sebagai bagian dari komponen pertahanan negara.
Baca Juga:
Kemhan RI Umumkan Pembelian Dua Kapal Patroli Lepas Pantai
“Komponen Cadangan ASN memperluas basis kesiapsiagaan nasional tanpa mengubah struktur birokrasi yang ada, serta para peserta tetap menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai ASN,” tambah Kabacadnas.
Melalui program Komcad ini, para ASN tidak hanya mendapatkan pelatihan fisik, tetapi juga dibekali dengan nilai-nilai kedisiplinan, ketahanan mental, kemampuan kerja sama tim, serta wawasan dasar kemiliteran.
Diharapkan, pembinaan ini mampu membentuk aparatur negara yang lebih tangguh, adaptif, serta memiliki semangat bela negara yang tinggi dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam berbagai situasi.