WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi bencana dan keadaan darurat selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 dengan mengaktifkan sistem peringatan dini hingga layanan darurat nasional agar masyarakat bisa segera mendapat informasi dan bantuan ketika terjadi situasi kritis.
Upaya tersebut dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital dengan menyiapkan sistem Early Warning System (EWS) serta pusat panggilan darurat 112 yang dapat dimanfaatkan masyarakat selama masa libur Lebaran.
Baca Juga:
Mendag Pastikan Harga Bapok Stabil Jelang Idulfitri 1447 H
"Kami turut menyiapkan dukungan EWS atau penyampaian informasi bencana melalui SMS blast dan siaran TV digital secara nasional," kata Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Wayan Toni Supriyanto dalam acara pelepasan satuan tugas pemantauan layanan telekomunikasi selama Lebaran 2026 di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Sistem EWS tersebut dirancang untuk mengirimkan notifikasi secara cepat kepada masyarakat apabila terjadi bencana di wilayah tempat tinggal mereka.
Melalui sistem ini, peringatan akan muncul pada siaran televisi digital yang diterima masyarakat di rumah.
Baca Juga:
Wamendag Tinjau Stok Bapok di Hypermart Nagoya Hill Batam, Harga Relatif Stabil Jelang Lebaran
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk mengatur perangkat televisi digital mereka sesuai dengan kode pos domisili agar sistem peringatan dini dapat mengirimkan notifikasi secara tepat sasaran.
Selain sistem peringatan dini, pemerintah juga menyiapkan layanan pusat panggilan darurat yang dapat diakses masyarakat saat menghadapi situasi genting.
Saat ini layanan call center 112 telah tersedia di Provinsi DKI Jakarta dan di 190 kabupaten atau kota di seluruh Indonesia.
Warga dapat memanfaatkan nomor darurat tersebut tanpa dikenakan biaya karena layanan ini telah terintegrasi dengan sejumlah layanan tanggap darurat seperti kepolisian, pemadam kebakaran, hingga ambulans.
"Masyarakat bisa menghubungi kalau ada kendala. Tinggal call 112 sebagai pusat bantuan untuk adanya peristiwa di masing-masing kota," ujar Wayan.
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi tambahan untuk memastikan layanan komunikasi tetap berjalan selama periode libur Lebaran yang biasanya diikuti lonjakan trafik telekomunikasi.
Langkah tersebut termasuk memastikan pasokan listrik yang stabil bagi infrastruktur jaringan telekomunikasi yang menjadi tulang punggung komunikasi masyarakat.
"Kami mengantisipasi untuk memastikan yang paling urgent terlebih dahulu untuk jaringan atau sinyal telekomunikasi, yaitu listrik," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital Ismail.
Koordinasi juga telah dilakukan dengan berbagai pihak terkait guna memastikan jaringan komunikasi tetap berfungsi apabila terjadi gangguan akibat bencana.
"Kami dengan teman-teman dari PLN sudah melakukan komunikasi, berusaha untuk menyiapkan backup plan kalau terjadi bencana, tapi mudah-mudahan ini tidak terjadi," ujarnya.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]