WAHANANEWS.CO, Jakarta - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif penetapan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau PSEL di Bekasi, Bogor Raya, dan Denpasar Raya sebagai Proyek Strategis Nasional karena dinilai menjadi langkah nyata pemerintah dalam menjawab persoalan sampah perkotaan sekaligus memperkuat agenda transisi energi nasional.
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, mengatakan kebijakan tersebut menunjukkan arah pembangunan pemerintahan Prabowo-Gibran yang makin berpihak pada solusi konkret, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat perkotaan.
Baca Juga:
Investasi PSEL Melejit, MARTABAT Prabowo-Gibran: Dunia Percaya Masa Depan Energi Indonesia
“Penetapan PSEL sebagai PSN adalah keputusan strategis yang sangat tepat, karena sampah tidak boleh lagi dipandang sebagai beban kota, tetapi harus dikelola sebagai sumber energi, sumber ekonomi, dan bagian dari masa depan lingkungan Indonesia,” ujar Tohom, Kamis (11/6/2026).
Menurut Tohom, pembangunan PSEL di Bekasi, Bogor Raya, dan Denpasar Raya dapat menjadi fondasi penting bagi lahirnya ekosistem pengelolaan sampah modern yang tidak lagi bergantung penuh pada tempat pemrosesan akhir.
“Selama ini banyak kota besar menghadapi tekanan berat akibat volume sampah yang terus meningkat, sehingga kehadiran PSEL bisa menjadi jawaban teknologi untuk mengurangi timbunan, memperpanjang usia TPA, dan menghasilkan listrik yang bermanfaat,” ucapnya.
Baca Juga:
Atasi Kumuh dan Bau, MARTABAT Prabowo-Gibran: PSEL Regional di Kawasan Otorita IKN Jadi Simbol Peradaban Baru Indonesia
Ia menilai status PSN akan memberi percepatan penting karena proyek tersebut membutuhkan koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, pelaku usaha, masyarakat, dan lembaga teknis agar tidak terhambat persoalan birokrasi.
“Proyek seperti ini tidak bisa berjalan lambat, karena krisis sampah di perkotaan terus bergerak setiap hari dan membutuhkan keberanian eksekusi yang cepat, terukur, serta transparan,” kata Tohom.
Tohom mengatakan PSEL juga harus ditempatkan sebagai bagian dari ekonomi hijau yang mampu membuka lapangan kerja baru, menciptakan nilai tambah dari sampah, dan mendorong investasi teknologi ramah lingkungan di daerah.