WAHANANEWS.CO, Jakarta - Penataan ulang Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencakup berbagai aspek, mulai dari soal motor listrik hingga insentif sebesar Rp 6 juta per hari untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Semua nanti akan kita lihat. Tidak hanya masalah motor, yang lain-lain juga semua kita lihat," ungkap Prasetyo usai rapat Peningkatan Kualitas Layanan MBG dan SPPG Terpencil di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (11/06/2026).
Baca Juga:
Listrik Padam Bergilir di Jatim Bikin Warga Resah, PLN Akhirnya Buka Suara
Insentif untuk SPPG sebesar Rp 6 juta per hari juga mendapat perhatian.
"Semua, semua," jawab Prasetyo ketika ditanya apakah insentif itu akan dikaji ulang.
Pemerintah saat ini sedang melakukan refocusing penerima MBG, termasuk mengurangi distribusi ke sekolah-sekolah yang tidak masuk dalam prioritas penyaluran MBG.
Baca Juga:
Warga Jatim Terdampak Mati Lampu Bergilir, PLN Sebut Ada Penguatan Sistem
"Kemudian akan terjadi apa yang disebut dengan kesepakatan, atau sekolah apakah termasuk layak atau prioritas untuk menerima MBG atau tidak, kan begitu karena memang sejak awal standar operasional prosedurnya seperti itu," jelasnya.
Kelompok penerima MBG yang diutamakan adalah masyarakat di daerah terpencil.
"Nah, ada klaster-klaster yang memang harus kita tata ulang dan benahi, termasuk untuk kita segera prioritaskan juga di daerah yang tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) untuk bisa secepatnya mendapatkan manfaat dari Program MBG ini," tambah Prasetyo.