WAHANANEWS.CO - Pemerintah mengerahkan seluruh kekuatan untuk menangani bencana di Sumatera, dengan Aceh ditetapkan sebagai fokus utama karena menjadi wilayah paling terdampak berdasarkan pemetaan nasional.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan hasil evaluasi pemerintah menunjukkan Aceh menanggung dampak terberat dibanding dua provinsi lain, yakni Sumatera Utara dan Sumatera Barat, Sabtu (7/2/2025).
Baca Juga:
Mendagri Tito Tancap Gas, Petakan Persoalan Penanganan Bencana Sumatera
"Dari hasil yang kita lihat, dari peta permasalahan, memang permasalahan terberat itu adalah di Aceh, kemudian diikuti Sumatera Utara dan Sumatera Barat," ujar Tito Karnavian, Sabtu (7/2/2025).
Tito menjelaskan salah satu indikator utama penentuan tingkat keparahan bencana adalah jumlah desa yang terdampak di masing-masing provinsi.
"Ya karena salah satu yang saya lihat indikatornya desa, karena desa yang terdampak; Sumbar itu 19 (kabupaten/kota) 16 terdampak; Aceh 23 (kabupaten/kota) 18 terdampak," katanya.
Baca Juga:
PLN UP3 Majalaya Kirim Bantuan Relawan, Material dan Donasi Percepatan Pemulihan Dampak Bencana Sumatera
Ia memaparkan secara lebih rinci bahwa total desa terdampak di tiga provinsi mencapai 1.564 desa, dengan Aceh menyumbang angka terbesar.
"Tapi kalau kita melihat desa itu akan lebih clear lagi, totalnya kalau nggak salah 1.564 desa yang terdampak. 1.455 itu ada di Aceh yang terdampak, Sumut 64, Sumbar itu lebih kurang 45 yang terdampak. Jadi dari jumlah desa sudah tahu petanya, bahwa yang magnitude yang terberat di Aceh," imbuhnya.
Sebagai Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Tito menegaskan pemerintah telah menyiapkan strategi khusus untuk percepatan pemulihan di Aceh.