Pernyataan tersebut mendapat respons dari Ketua Komisi V DPR Lasarus yang menegaskan pentingnya dominasi usaha milik desa dalam struktur ekonomi pedesaan.
"Sekarang kita tunggu, Pak, mau BUMDes kek, mau Kopdes kek, yang penting itu untuk masyarakat desa. Bukan untuk yang lain. Dominasi lah desa itu dengan Kopdes, kita dukung. Dominasi lah desa itu dengan BUMDes, kita dukung Pak Menteri, kita dukung sepenuhnya," kata Lasarus.
Baca Juga:
Menkeu Purbaya Sebut Dana Desa Dipakai Mencicil Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa langkah membatasi dominasi minimarket nasional bukan perkara sederhana dan memerlukan perencanaan matang dari pemerintah.
"Jadi, saya berharap Pak Menteri harus ada roadmap juga, Pak, untuk menghentikan Indomaret dan Alfamart ini, seperti apa nanti kita pemerintah mengambil ini," ucap Lasarus.
Lasarus bahkan mengisyaratkan potensi tekanan dan tantangan dari kalangan pelaku usaha besar apabila kebijakan pembatasan benar-benar diwujudkan.
Baca Juga:
Pendamping Desa Diminta Kawal Transparansi dan Penguatan Kopdes Merah Putih
"Tentu saya yakin, Pak Menteri akan berhadapan dengan tantangan yang tidak ringan di luar ya. 'Wah ini Pak Lasarus dengan Pak Yandri ini punya kolaborasi bikin susah bisnis kita ini'. Ah sudah mulai ngobrol dia. Kita hadapi dengan baik Pak Yandri ya," imbuh politikus PDIP tersebut.
Pernyataan dalam forum resmi parlemen itu pun memantik perdebatan luas mengenai arah kebijakan ekonomi desa dan relasi antara koperasi desa dengan jaringan ritel modern berskala nasional.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.