WAHANANEWS.CO, Jakarta - Saifullah Yusuf bersama Tito Karnavian menyalurkan bantuan senilai Rp241.616.150.000 bagi korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan di Gedung MTQ Pidie Jaya pada Jumat (6/3/2026).
Baca Juga:
Apresiasi Nasional: Saifullah Yusuf Puji Capaian UHC Kabupaten Karawang, Bukti Negara Hadir untuk Rakyat
Bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Program tersebut juga menjadi langkah konkret pemerintah untuk membantu pemulihan kondisi sosial serta ekonomi warga pascabencana.
Adapun rincian bantuan yang disalurkan meliputi bantuan stimulan sosial ekonomi (BSSE) bagi 18.839 kepala keluarga dengan total nilai Rp94.195.000.000.
Baca Juga:
Indikator Makro 2026 Menguat: Ekonomi Kabupaten Karawang Stabil, Pengangguran dan Kemiskinan Turun Signifikan
Selain itu, terdapat bantuan jaminan hidup (jadup) bagi 66.629 jiwa senilai Rp89.949.150.000.
Pemerintah juga memberikan bantuan isi hunian sementara (huntara) bagi 18.839 kepala keluarga dengan nilai Rp56.517.000.000.
Di samping bantuan tersebut, Kementerian Sosial Republik Indonesia turut menyalurkan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia akibat bencana.
Santunan tersebut diberikan kepada keluarga dari 56 korban meninggal dunia dengan total nilai Rp840.000.000.
Selain itu, santunan juga diberikan kepada 23 korban luka dengan total bantuan sebesar Rp115.000.000.
Dalam kesempatan tersebut, Tito Karnavian menjelaskan bahwa pemerintah sebelumnya telah menyalurkan bantuan untuk perbaikan rumah dengan kategori kerusakan ringan dan sedang melalui dua gelombang bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
“Alhamdulillah hari ini kita sudah menyerahkan bantuan untuk perorangan korban bencana (di Pidie Jaya). Kita sudah dua kali memberikan bantuan untuk kualifikasi kerusakan rumah, yang rusak ringan dan sedang yang sudah diberikan BNPB secara serempak dua gelombang,” kata Tito.
Ia menjelaskan bahwa bantuan yang saat ini mulai disalurkan merupakan bantuan langsung kepada individu korban bencana.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mendukung pemulihan ekonomi keluarga yang terdampak.
Salah satu bantuan yang diberikan adalah jaminan hidup sebesar Rp450 ribu per orang selama tiga bulan yang disalurkan melalui Kementerian Sosial.
Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan isian hunian sementara sebesar Rp3 juta serta bantuan stimulan ekonomi sebesar Rp5 juta untuk setiap kepala keluarga penerima manfaat.
“Totalnya (seluruh wilayah Sumatra) hampir Rp900 miliar. Alhamdulillah sudah dieksekusi dan direalisasikan oleh Bapak Mensos atas perintah Bapak Presiden. Arahan Presiden agar segera diberikan secepat mungkin,” ujarnya.
Sementara itu, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menegaskan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai unsur pemerintah hingga masyarakat di tingkat desa.
Ia menekankan bahwa proses penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan data yang telah diverifikasi secara berjenjang.
Menurutnya, proses pendataan penerima bantuan melibatkan kepala desa, RT dan RW, aparat TNI-Polri, tokoh masyarakat, kejaksaan, serta kepolisian setempat.
Data tersebut kemudian diteruskan ke pemerintah provinsi hingga kepada Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR).
“Sampai ke Pak Mendagri, selaku Ketua Satgas yang mengkoordinasikan seluruh arahan dan instruksi Presiden. Setelah melihat data itu, Pak Mendagri kemudian menandatangani. Data yang ditandatangani itulah yang disebut dengan data terverifikasi dan valid,” jelas Gus Ipul.
Ia juga menambahkan bahwa sebelum ditetapkan sebagai data penerima bantuan yang sah, seluruh data tersebut terlebih dahulu diverifikasi oleh Badan Pusat Statistik serta instansi kependudukan.
Selain bantuan sosial bagi masyarakat terdampak, pemerintah juga tengah menyalurkan berbagai dukungan lain untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
Program tersebut mencakup pembangunan kembali infrastruktur serta berbagai program pemulihan ekonomi yang saat ini masih terus berjalan.
“Kami ingin ngajak semuanya ikut mengawasi, mengawal, dan memperkuat. Mungkin masih ada kekurangan. Tetapi atensi Presiden yang luar biasa dalam menangani bencana ini sungguh kita rasakan. Semua dukungannya itu luar biasa,” kata Gus Ipul.
Ia berharap berbagai upaya yang dilakukan pemerintah dapat mempercepat pemulihan kondisi masyarakat di Aceh pascabencana.
“Untuk itu kita harapkan (ini) menjadi bagian tidak terpisahkan dari proses pemulihan yang nanti Aceh akan kembali sempurna, kembali lebih baik dari sebelumnya,” pungkas Gus Ipul.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Pos Indonesia Haris, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi, serta Wakil Bupati Pidie Jaya Hasan Basri.
Turut hadir pula jajaran pimpinan tinggi dari Kementerian Sosial, Kementerian Dalam Negeri, PT Pos Indonesia, serta perwakilan pemerintah daerah dari Provinsi Aceh dan Kabupaten Pidie Jaya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]