WAHANANEWS.CO, Jakarta -Pemerintah memulai pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, sebagai bagian dari percepatan Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan oleh Prabowo Subianto.
Program ini bertujuan menghadirkan hunian terjangkau bagi masyarakat sekaligus mengatasi kebutuhan perumahan yang terus meningkat di kawasan perkotaan.
Baca Juga:
Apresiasi Nasional: Saifullah Yusuf Puji Capaian UHC Kabupaten Karawang, Bukti Negara Hadir untuk Rakyat
Pembangunan rusun subsidi tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, serta lembaga pembiayaan untuk mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat.
Acara peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek ini dihadiri sejumlah pejabat pemerintah dan tokoh dunia usaha.
Di antaranya Utusan Khusus Presiden sekaligus Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo.
Baca Juga:
Indikator Makro 2026 Menguat: Ekonomi Kabupaten Karawang Stabil, Pengangguran dan Kemiskinan Turun Signifikan
Turut hadir pula Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait.
Selain itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, juga hadir dalam acara tersebut.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh pendiri Lippo Group Mochtar Riady serta Ketua Yayasan Pendidikan Pelita Harapan James Riady.
Sejumlah tokoh lainnya turut hadir seperti Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Anindya N. Bakrie.
Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Rionald Silaban juga hadir dalam acara tersebut.
Selain itu, hadir pula Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman.
Pemerintah daerah turut diwakili oleh Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja serta Wali Kota Depok Supian Suri.
Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan apresiasi kepada Lippo Group dan Danantara Indonesia yang telah bekerja keras mempersiapkan proyek tersebut dalam waktu relatif singkat.
“Kami mengapresiasi kerja keras tim dari Lippo Group dan Danantara serta tim PKP yang dalam waktu sekitar dua bulan mempersiapkan proyek ini hingga dapat dimulai hari ini. Kami juga berterima kasih kepada pendiri Lippo Group, Bapak Mochtar Riady, atas dukungan dan kontribusinya bagi pembangunan perumahan rakyat,” ujar Menteri Maruarar.
Ia menjelaskan bahwa sebelum pembangunan dimulai, pemerintah memastikan seluruh aspek hukum proyek tersebut telah memenuhi ketentuan yang berlaku.
Pemerintah bahkan melakukan konsultasi langsung dengan Komisi Pemberantasan Korupsi guna memastikan proyek berjalan secara transparan dan memiliki kepastian hukum.
“Saya datang langsung ke KPK untuk memastikan semuanya clear and clean sehingga memberikan kepastian hukum bagi masyarakat yang akan membeli, bagi perbankan, serta bagi para pengembang,” jelasnya.
Menurut Maruarar, pembangunan hunian secara vertikal menjadi solusi efisien untuk memaksimalkan penggunaan lahan sekaligus meningkatkan jumlah unit rumah yang dapat dibangun.
Dari lahan sekitar 30 hektare di kawasan Meikarta, proyek ini diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 141.000 unit hunian.
“Jika dibangun rumah tapak, mungkin membutuhkan sekitar 1.200 hektare lahan. Dengan pembangunan vertikal, lahan yang digunakan jauh lebih efisien,” ujarnya.
Selain proyek di Bekasi, pemerintah juga tengah menyiapkan pembangunan rusun subsidi serupa di wilayah lain.
Salah satunya di Kota Depok yang direncanakan memanfaatkan lahan milik Kementerian Komunikasi dan Digital seluas sekitar 45 hektare.
Di lahan tersebut diperkirakan dapat dibangun hingga sekitar 170.000 unit hunian.
Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menyebut proyek rusun subsidi di Meikarta sebagai proyek teladan dalam Program 3 Juta Rumah.
Menurutnya, proyek ini menunjukkan bagaimana kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta dapat menghasilkan dampak besar bagi perekonomian nasional.
“Industri perumahan memiliki multiplier effect yang sangat besar terhadap perekonomian. Dampaknya bisa 1,5 hingga 5 kali terhadap pertumbuhan ekonomi karena ada sekitar 185 sektor usaha yang terkait dengan bisnis properti, konstruksi, dan perumahan,” jelas Hashim.
Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani menyatakan komitmen penuh dalam mendukung pembiayaan pembangunan proyek tersebut.
“Dari sisi pembiayaan, Danantara akan mendukung penuh proyek ini karena kami melihat ini sebagai proyek yang sangat baik dan memiliki dampak besar. Selain itu, BUMN karya juga dapat berkolaborasi bersama kontraktor swasta dalam pembangunan,” kata Rosan.
Ia menjelaskan bahwa tahap awal pembangunan akan dilakukan di lahan seluas sekitar 12,8 hektare.
Di kawasan tersebut direncanakan pembangunan sekitar 18 tower rumah susun dengan tinggi sekitar 32 lantai.
Total nilai investasi pembangunan proyek ini diperkirakan mencapai sekitar Rp14 triliun hingga Rp16 triliun.
Pemerintah berharap proyek rusun subsidi di Meikarta ini dapat menjadi model kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta.
Selain mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat, proyek ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor konstruksi dan properti.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]