WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah memastikan menghormati aksi demonstrasi yang digelar di depan Gedung DPR RI pada Senin (25/8/2025) dan Kamis (28/8/2025) meski diwarnai kericuhan di beberapa titik.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan, pemerintah tidak mempermasalahkan unjuk rasa sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat.
Baca Juga:
Demo Ricuh di Depan DPR, 15 Orang Ditangkap Termasuk Pelajar SMA
“Kami atas nama pemerintah menghormati segala bentuk penyampaian aspirasi. Dalam hal ini, kemarin tanggal 25 dan tanggal 28 hari ini menyampaikan aspirasi, tentu kita menghormati,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025).
Ia menyebut aspirasi publik bisa disampaikan melalui berbagai saluran, termasuk aksi turun ke jalan.
Namun, ia mengingatkan agar demonstrasi tidak menimbulkan gangguan fasilitas dan ketertiban umum.
Baca Juga:
May Day di Jakarta Kondusif, 13 Anarko Ditangkap Usai Buat Ricuh
“Yang lebih penting adalah bahwa saluran-saluran aspirasi itu bisa disampaikan melalui berbagai cara, walaupun melalui cara penyampaian aspirasi demo itu juga tidak masalah,” ucap Prasetyo.
“Yang penting semangatnya kami semua berharap untuk kemudian tidak menimbulkan gangguan terhadap fasilitas-fasilitas umum, itu saja,” imbuhnya.
Politikus Partai Gerindra itu juga menyampaikan pemerintah akan berkoordinasi dengan pimpinan buruh untuk merespons tuntutan dalam aksi unjuk rasa.