Aspirasi para buruh antara lain soal kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP), pembentukan Satgas PHK, serta masalah perpajakan.
“Kami juga ingin menyampaikan bahwa apa yang selama ini kita diskusikan, kita rancang bersama-sama berkenaan dengan masalah Satgas PHK dan Dewan Kesejahteraan Buruh, beberapa waktu yang lalu sudah disetujui dan ditandatangani oleh Bapak Presiden,” kata Prasetyo.
Baca Juga:
Demo Ricuh di Depan DPR, 15 Orang Ditangkap Termasuk Pelajar SMA
Ia menambahkan pemerintah akan mempertemukan serikat buruh dengan pengusaha guna menindaklanjuti tuntutan tersebut.
“Nanti akan kita tindaklanjuti dengan berkumpul lagi bersama-sama dengan Kementerian Tenaga Kerja, kemudian bersama dengan teman-teman Serikat Buruh, termasuk di situ kita juga melibatkan teman-teman Apindo, Kadin, dan seterusnya, supaya Satgas dan Dewan Kesejahteraan Buruh ini bisa segera bekerja sebagaimana yang sudah kita sepakati dalam diskusi-diskusi kita,” ujarnya.
Sebelumnya, massa dari berbagai elemen masyarakat berkumpul di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (25/8/2025).
Baca Juga:
May Day di Jakarta Kondusif, 13 Anarko Ditangkap Usai Buat Ricuh
Aksi yang dikenal sebagai demo 25 Agustus 2025 itu berlangsung sejak pagi dengan membawa sejumlah tuntutan, salah satunya penolakan kenaikan tunjangan DPR.
Unjuk rasa pada Senin lalu berakhir ricuh dengan ratusan orang ditangkap aparat.
Aksi berlanjut pada Kamis (28/8/2025) di mana elemen buruh kembali menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR.