Personel TNI dan Polri bersama relawan serta masyarakat sekitar bergotong royong membersihkan lumpur dan puing-puing yang menutupi area rumah sakit.
Montir relawan melakukan perbaikan mesin mobil ambulance yang sempat terendam banjir di RSUD Muda Sedia, Aceh Tamiang, Kamis (8/1/2026).
Baca Juga:
Pemerintah Siapkan Dua Skema Huntap, 914 KK di Bener Meriah Dapat Huntara Terlebih Dahulu
Secara paralel, Kementerian Kesehatan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tamiang, serta relawan kesehatan mulai melakukan pemulihan peralatan medis agar layanan rumah sakit dapat kembali dioperasikan.
Untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan selama masa tanggap darurat, Kementerian Kesehatan mengerahkan ratusan tenaga relawan dari berbagai profesi kesehatan.
Di Aceh Tamiang, relawan tersebut terdiri dari 125 dokter spesialis, 220 dokter umum dan dokter gigi, 67 apoteker, 312 bidan dan perawat, 117 tenaga kesehatan lainnya, serta 123 tenaga nonmedis.
Baca Juga:
Dalam 1 Bulan, Misi Kemanusiaan IPDN-Kemendagri di Aceh Berhasil Perbaiki Sistem Demokrasi
Apoteker menunjukkan salah satu obat di ruang farmasi RSUD Muda Sedia, Aceh Tamiang, Kamis (8/1/2026).
Para relawan tidak hanya bertugas di RSUD Muda Sedia, tetapi juga disebar ke berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di tingkat kecamatan hingga desa.
Tenaga kesehatan mengambil sampel darah pasien rawat jalan untuk observasi kesehatan di RSUD Muda Sedia, Aceh Tamiang, Kamis (8/1/2026).