Jumlah itu dinilai jauh lebih terkendali dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Perwakilan pelayanan kesehatan haji menjelaskan bahwa proses screening kesehatan dilakukan secara berlapis sejak jemaah masih berada di Indonesia.
Baca Juga:
Jemaah Haji KBIHU Multazam Tanjungsari Bersiap Pulang ke Tanah Air, Disibukkan Penataan Koper di Madinah
Pemeriksaan tidak hanya mencakup kondisi fisik, tetapi juga kesehatan mental dan kemampuan aktivitas harian jemaah.
“Data istitha’ah kesehatan menjadi dasar kami melakukan evaluasi lanjutan dan pelayanan di lapangan,” ujar perwakilan tim kesehatan dalam konferensi pers tersebut.
Tahapan pemeriksaan meliputi wawancara medis, pengecekan riwayat penyakit, penilaian aktivitas sehari-hari, hingga evaluasi kemampuan kognitif jemaah lanjut usia.
Baca Juga:
Bos Hanania Travel Jadi Tersangka, Korban Capai Ribuan Orang
Data tersebut kemudian menjadi acuan dalam menentukan pola pelayanan kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji.
Selain pemeriksaan awal, pemerintah juga terus melakukan pemantauan kesehatan setelah jemaah tiba di Arab Saudi.
Pelayanan kesehatan diberikan secara berjenjang mulai dari tingkat kloter, sektor, hingga rujukan ke rumah sakit Arab Saudi apabila diperlukan penanganan lebih lanjut.