WahanaNews.co | PT Pertamina (Persero) mengintegrasikan dua strategi untuk penyerapan karbon emisi melalui pemanfaatan alam serta teknologi.
Pertamina mengambil peran penting dalam pengembangan BECCS (Bionergy Combined with Carbon Capture and Storage) di Indonesia.
Baca Juga:
KPK Tahan Mantan Direktur Pertamina dalam Skandal Katalis Rp176 Miliar
Menurut SVP Technology Innovation Pertamina Oki Muraza, Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi besar dalam sektor pertanian dan kehutanan.
Lebih dari 50% wilayah Indonesia masih tertutup hutan.
Sedangkan di satu sisi, kapasitas storage yang bisa menampung emisi karbon sesuai beberapa studi yang dilakukan Pertamina mencapai 7 gigaton.
Baca Juga:
Patra Niaga Dukung Jakarta Pertamina Enduro (Putri) di Proliga 2026 jadi Juara Bertahan
"Melalui kombinasi bioenergi dengan CCS, kita dapat menggabungkan manfaat dari dua bidang ini: bioenergi yang berasal dari sektor pertanian dan kehutanan, serta CCS dari sektor minyak dan gas," kata Oki dalam sesi panel di Indonesia Pavilion COP 29, Jumat (15/11/2024).
Sektor kehutanan dan pertanian Indonesia mampu menyerap karbon dengan alamiah melalui fotosintesis.
Pertamina menyadari potensi ini dan menjaga operasional perusahaan yang berdekatan dengan hutan dan lahan pertanian yang memegang peran penting dalam penyerapan karbon alami.