WahanaNews.co | PT PLN (Persero) melibatkan masyarakat dalam mewujudkan operasional kelistrikan yang ramah lingkungan.
Contohnya seperti yang dilakukan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Sumatera Selatan ini.
Baca Juga:
Sinergi PLN UID Riau-Kepri dan Panbil Dukung PLTU Tanjung Sauh, ALPERKLINAS: Konsumen Akan Merasakan Manfaat Jangka Panjang
Melalui program pemberdayaan UMKM, PLN mendorong masyarakat mengolah sampah menjadi pengganti sebagian batu bara sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) atau cofiring.
PLN memberdayakan UMKM sebagai penggerak ekonomi kerakyatan di Sumatera Selatan untuk mengolah municipal solid waste (MSW) menjadi Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) sebagai bahan cofiring di PLTU Tarahan.
“Dalam menuju transisi energi bersih, kami tidak berjalan sendiri. PLN secara nyata berkolaborasi dengan melakukan pembedayaan masyarakat serta memanfaatkan sampah di sekitar PLTU menjadi bahan bakar pembangkit listrik, sehingga program ini memberikan dampak yang luar bisa bagi PLN, lingkungan dan masyarakat,” kata General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan (UIKSBS), Djoko Mulyono.
Baca Juga:
Kinerja Keuangan PLN Meningkat, Transformasi Harus Berdampak bagi Konsumen
Sebelumnya, PLN telah melakukan pelatihan pengolahan MSW menjadi BBJP sebagai bahan bakar cofiring di PLTU Tarahan pada bulan Agustus lalu.
Hasilnya sebanyak 2,5 ton produk BBJP tersebut telah digunakan untuk memproduksi listrik.
“PLN akan meningkatkan kapasitas produksi BBJP untuk mendorong produksi energi hijau di masa depan,” tuturnya.