WAHANANEWS.CO, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pihak-pihak yang ingin menggantikannya harus menunggu hingga Pemilu 2029, seraya mengingatkan pentingnya menjaga proses demokrasi yang beradab tanpa upaya destabilisasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam wawancara bersama jurnalis dan pakar di Hambalang, Bogor, pada Selasa (17/3/2026) lalu.
Baca Juga:
Prabowo Ajak Kabinet Tunjukkan Teladan Kesederhanaan dan Jaga Perputaran Ekonomi Jelang Idulfitri
“Mau ganti saya? Tunggu dong 2029, jadi negara yang beradab, sabar, tapi yang saya lihat ya, Mbak Nana harus objektif juga sebagai seorang tokoh bahwa destabilisasi, disinformasi itu bagian dari bernegara,” ujar Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menegaskan komitmennya untuk menegakkan hukum selama menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.
Ia menyatakan tidak ingin aparat negara bertindak sewenang-wenang atau melanggar aturan hukum yang berlaku.
Baca Juga:
Prabowo Ingatkan Dampak Konflik Global, Siapkan Langkah Proaktif dan Efisiensi Nasional
“Saya ingin menegakkan hukum, bagaimana kita tegakkan hukum kalau kita biarkan seperti ini, kalau itu dari aparat, dan saya ingin kasih tahu bahwa memang aparat kita ya banyak kekurangannya,” kata dia.
Selain itu, Prabowo menyoroti adanya praktik birokrasi yang menurutnya tidak sehat di dalam pemerintahan.
Ia mengungkap temuan terkait pejabat yang bertindak di luar kendali, bahkan berani melawan atasannya sendiri.
“Kita menemukan deep state, kita menemukan ada dirjen-dirjen yang berani ngelawan menteri, akhirnya kita pecat kan banyak sekali dirjen-dirjen, ada dirjen-dirjen yang merasa untouchable, ada lembaga-lembaga yang merasa gak boleh diaudit, ini pekerjaan tidak ringan,” ujarnya.
Prabowo menegaskan bahwa dirinya tidak ingin mengeluh atau mencari simpati publik atas tantangan tersebut.
Ia menyebut upaya pembenahan, termasuk di tubuh BUMN, sebagai bagian dari tanggung jawab yang harus dijalankan.
“Tapi kan saya tidak mau sedikit-sedikit mengeluh atau sedikit-sedikit mencari simpati rakyat, ini pekerjaan saya, saya dilantik untuk itu, saya bersihkan, BUMN saya sedang bersihkan, BUMN selama ini salah satu kebobolan kita paling besar, memang ini masalah Indonesia gitu lho, di mana-mana,” sambungnya.
Lebih lanjut, Prabowo mengingatkan agar tidak ada upaya menggulingkan dirinya melalui kerusuhan atau aksi yang merugikan negara.
Ia menilai stabilitas nasional harus dijaga karena dampak kerusuhan akan dirasakan seluruh masyarakat.
“Saya mau ingatkan ya, sampai hari ini rakyat yang di bawah itu dukung saya, kalau memang rakyat tidak suka sama saya bisa turun ke jalan ramai-ramai, tapi mereka tahu kalau rusuh semua negara yang rugi,” imbuhnya.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]