Seperti diketahui, lahan food estate di Desa Ria Ria saat ini
seluas 215 ha.
Rinciannya terdiri dari lahan kentang
50 ha, bawang merah 100 ha, bawang putih 50 ha, dan lahan demonstrasi farming (Demfarm) untuk percobaan budidaya seluas 15 ha.
Baca Juga:
Pemkab Samosir Terima 5 Ton Bibit Bawang dari Pemprov Sumut, Ini Harapan Wakil Bupati
"Saya mau menginformasikan, untuk target
pada 2021 akan dilakukan pengembangan lahan food
estate seluas 1.000 ha dan 1.500 ha dari land clearing bersama Kementerian
PUPR," ujar Luhut.
Ia berharap, pada 2022 bisa
mengembangkan lahan food estate mencapai 3.000 hingga 4.000 ha.
"Kami bermimpi kalau semua berjalan
dengan baik, hingga 2024 akan dibuka lahan seluas 20.000 ha," jelasnya.
Baca Juga:
Labkesda dan 4 Puskesmas di Sikka Diproyeksi Bakal Jadi BLUD
Menurut Luhut, target tersebut memang
tidak mudah. Akan tetapi, bila dikerjakan dengan bersinergi, tidak sampai
setahun bisa tercapai berkat teamwork
yang mumpuni.
"Bersama Mentan, kami sudah siapkan off-taker. Jadi, pihak pembeli dari
hasil petani tidak mengalami masalah. Menteri PUPR bahkan bertindak sigap
dengan bulldozer langsung mengerjakan semuanya. Begitu pula, Pak Mentan bersama
timnya juga tanggap, bahkan ada anak-anak muda yang membantu," imbuhnya.
Oleh karena itu, Luhut mengajak semua
pihak berpikir out of the box agar
bisa membuat ciptaan-ciptaan baru untuk kebaikan bersama.