Menurutnya, pemanfaatan figur Jokowi juga membawa konsekuensi moral dan politik bagi seluruh kader PSI.
“Dan ini juga sekaligus meletakkan tanggung jawab yang kuat kepada seluruh kader partai PSI,” kata Ali.
Baca Juga:
PSI Soroti Pilkada Masih Dihantui Politik Uang
Ali menegaskan, jika kader memanfaatkan foto dan figur Jokowi untuk mendongkrak perolehan suara, maka tanggung jawab yang sebanding adalah menjaga nama baik dan kehormatan Jokowi.
“Kalau kita memanfaatkan berfoto beliau yang kita yakini bisa membantu perolehan atau menaikkan suara partai, maka di dalamnya berbanding lurus dengan tanggung jawab kader yaitu menjaga kehormatan daripada Bapak Joko Widodo,” sambungnya.
Lebih lanjut, Ali menyampaikan bahwa kewajiban menjaga kehormatan Jokowi berlaku bagi seluruh kader, termasuk dalam aktivitas di media sosial.
Baca Juga:
Dari NasDem ke PSI, Jejak Politik Ahmad Ali dan Efek Domino
“Jadi setiap hari harus ada postingan yang positif tentang Bapak Joko Widodo,” ujarnya.
Ia meminta kader setidaknya kembali mendeklarasikan dan mengingatkan publik pada program-program kerakyatan yang pernah dijalankan Jokowi semasa menjabat sebagai presiden.
“Setidak-tidaknya men-declare-kan kembali program-program kerakyatan yang pernah dirasakan, yang pernah dilakukan oleh Pak Joko Widodo ketika beliau masih menjabat Presiden,” paparnya.