WAHANANEWS.CO, Jakarta - Memasuki awal Februari 2026, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terjadinya sejumlah bencana alam di berbagai daerah di Indonesia.
Berdasarkan laporan resmi yang dihimpun sejak Senin (2/2/2026) hingga Selasa (3/2/2026) pukul 07.00 WIB, beberapa wilayah terdampak bencana hidrometeorologi dengan skala dan dampak yang beragam.
Baca Juga:
BNPB Pantau Serangkaian Bencana di Berbagai Daerah, Banjir dan Longsor Dominasi Awal Februari 2026
Peristiwa bencana pertama dilaporkan terjadi di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Banjir melanda Desa Mulyoasri, Kecamatan Bumiagung, pada Senin (2/2/2026) akibat hujan dengan intensitas tinggi.
Kondisi banjir yang melanda wilayah Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung pada Senin (2/2/2026). [Foto : BPBD Kabupaten Lampung Timur].
Akibat kejadian tersebut, sebanyak 20 unit rumah warga terendam air dan 15 petak lahan persawahan terdampak.
Baca Juga:
Tim DVI Identifikasi 57 Jenazah Korban Longsor Bandung Barat, Pencarian Masih Berlanjut
Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Timur segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat serta pendataan dampak.
Kondisi banjir yang melanda wilayah Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung pada Senin (2/2/2026). [Foto : BPBD Kabupaten Lampung Timur].
Sementara itu, di Provinsi Nusa Tenggara Barat, banjir juga dilaporkan melanda Kabupaten Lombok Timur pada Jumat (30/1/2026).
Tiga desa di Kecamatan Jerowaru, yakni Desa Ekas Buana, Desa Kwang, dan Desa Seriwe, terdampak banjir dengan total 145 unit rumah terimbas.
Untuk mempercepat proses penanganan akibat rangkaian kejadian banjir yang terjadi, Gubernur Nusa Tenggara Barat telah menetapkan status tanggap darurat sejak 19 Januari hingga 18 April 2026.
Bencana serupa turut terjadi di Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah. Banjir dilaporkan menggenangi wilayah tersebut pada Senin (2/2/2026) sekitar pukul 15.44 WIB.
Sedikitnya 11.582 unit rumah di lima kecamatan terdampak, meliputi Kecamatan Siwalan, Buaran, Tirto, Wonokerto, dan Wiradesa.
Hingga laporan ini disusun, koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk mendukung upaya penanganan.
Berdasarkan hasil pantauan visual di lapangan, genangan air masih bertahan dengan ketinggian berkisar antara 10 hingga 80 sentimeter.
Di Provinsi Jawa Timur, banjir bandang terjadi di Kabupaten Jember setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras pada Senin (2/2/2026) pukul 14.00 WIB.
Bencana ini melanda Kecamatan Panti dan Kecamatan Rambipuji. Satu orang warga dilaporkan hanyut dan hingga kini masih dalam proses pencarian.
BPBD setempat bersama tim gabungan segera melakukan operasi pencarian serta penanganan darurat guna meminimalkan dampak lanjutan.
Selain banjir, kejadian angin kencang juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur, pada Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 15.45 WIB.
Atap rumah warga mengalami kerusakan usai diterjang angin kencang di Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur, Minggu (1/2/2026) [Foto : BPBD Kabupaten Sampang].
Angin kencang menerjang Kecamatan Camplong dan Kecamatan Sampang, menyebabkan sedikitnya 28 unit rumah mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap.
Saat ini kondisi wilayah terdampak dilaporkan sudah kondusif, dan warga setempat bergotong royong melakukan perbaikan rumah.
Atap rumah warga mengalami kerusakan usai diterjang angin kencang di Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur, Minggu (1/2/2026) [Foto : BPBD Kabupaten Sampang].
Menanggapi rangkaian kejadian bencana tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan terhadap potensi bencana, khususnya ancaman hidrometeorologi basah.
Masyarakat diimbau untuk segera melakukan evakuasi mandiri apabila hujan deras terjadi dalam durasi lama, mengenali jalur evakuasi yang aman, serta rutin memantau ketinggian muka air sungai.
BNPB juga mengingatkan agar masyarakat selalu memperbarui informasi cuaca dan kebencanaan dari sumber resmi.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]