Akibat kejadian tersebut, sebanyak 35 rumah warga, dua kios, satu fasilitas ibadah, serta satu area pemakaman umum terdampak genangan air.
Selain banjir, BPBD Kabupaten Halmahera Timur juga melaporkan terjadinya abrasi pantai pada hari yang sama sekitar pukul 15.30 WIT.
Baca Juga:
Dana Tunggu Hunian Disalurkan, Pemerintah Percepat Pembangunan Huntara di Lhokseumawe
Kerusakan talud penahan ombak akibat hantaman gelombang pasang di Desa Puao, Kecamatan Wasile Tengah, Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, Sabtu (31/1/2026). [Foto: BPBD Kab. Halmahera Timur].
Hujan yang berlangsung dengan intensitas sedang hingga lebat memicu abrasi di Desa Puao, Kecamatan Wasile Tengah.
Abrasi tersebut mengakibatkan kerusakan talud penahan ombak sepanjang kurang lebih 200 meter, berdampak pada 16 rumah warga, serta menyebabkan empat perahu nelayan dilaporkan terbawa ombak.
Baca Juga:
Pasca Banjir Bandang Bener Meriah, BNPB Tekankan Relokasi dan Prinsip Build Back Better
Kerusakan talud penahan ombak akibat hantaman gelombang pasang di Desa Puao, Kecamatan Wasile Tengah, Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, Sabtu (31/1/2026). [Foto: BPBD Kab. Halmahera Timur].
Hingga Sabtu malam (31/1/2026), genangan banjir masih terpantau di Desa Soagimalaha, sementara angin kencang dan abrasi pantai masih berlangsung di Desa Puao.
Dari wilayah Sulawesi Tengah, BPBD Kabupaten Parigi Moutong melaporkan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Baliara dan Desa Jonokalora, Kecamatan Parigi Barat, pada Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 12.30 waktu setempat.