WAHANANEWS.CO, Jakarta - Nuansa khidmat menyelimuti Istana Merdeka saat Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dalam peringatan HUT ke-81 RI, Senin (17/8/2026).
Momentum tersebut menjadi tahun kedua bagi Prabowo memimpin langsung upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, sejak menjabat sebagai Presiden RI.
Baca Juga:
47 Orang Tewas Usai Gempa Guncang NTT, Pemerintah Kerahkan Bantuan Besar-besaran
Rangkaian Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 RI di Istana Merdeka dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dengan dihadiri para pejabat negara, mantan pemimpin nasional, serta ribuan warga yang menjadi tamu undangan.
Prabowo tampil mengenakan pakaian beskap yang dipadukan dengan peci serta kalung melati saat memimpin rangkaian upacara peringatan kemerdekaan tersebut.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut hadir dalam upacara bersama sejumlah pimpinan lembaga negara dan jajaran Kabinet Merah Putih.
Baca Juga:
DPR Dorong Kewarganegaraan Ganda Terbatas untuk Tarik Pulang Talenta Indonesia
Sejumlah pimpinan lembaga negara yang menghadiri upacara antara lain Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPR Puan Maharani, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Mahkamah Konstitusi Suhartoyo, serta Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Saldi Isra.
Selain pejabat yang masih aktif, sejumlah tokoh nasional dan mantan pemimpin negara juga hadir memenuhi undangan peringatan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka.
Presiden RI ke-7 Joko Widodo atau Jokowi terlihat hadir bersama sejumlah tokoh lainnya dalam rangkaian Upacara Detik-Detik Proklamasi.
Wakil Presiden RI ke-13 Ma'ruf Amin juga menghadiri upacara bersama istri Wakil Presiden RI ke-9 Hamzah Haz, Soraya Hamzah Haz, serta Dewi Soekarno.
Unsur TNI dan Polri turut menghadiri upacara dengan kehadiran Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Jajaran Kepala Staf TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara juga hadir dalam peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut.
Tidak hanya dihadiri pejabat dan tokoh nasional, peringatan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka turut melibatkan ribuan warga yang memperoleh kesempatan menjadi tamu undangan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya mengatakan panitia menambah kapasitas tamu undangan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 RI tahun ini.
Penambahan kapasitas tersebut dialokasikan untuk Upacara Detik-Detik Proklamasi pada pagi hari serta rangkaian upacara penurunan bendera pada sore hari.
"Tahun ini kurang lebih total 8.100 kursi yang kami siapkan, tapi kemarin kami beri tambahan 2 blok," kata Prasetyo.
Panitia kemudian menyediakan tambahan masing-masing 1.700 kursi untuk rangkaian upacara pada pagi dan sore hari.
"Jadi ada tambahan 1.700 untuk di pagi hari dan 1.700 untuk di acara sore hari penurunan bendera," ujarnya.
Antusiasme masyarakat untuk mengikuti langsung peringatan Hari Kemerdekaan di Istana disebut sangat tinggi, sementara jumlah tiket dan kapasitas kawasan tetap terbatas.
Istana kemudian menyediakan tenda di Jalan Merdeka Utara bagi masyarakat yang belum beruntung mendapatkan tiket untuk masuk ke kawasan Istana Merdeka.
Layar berukuran besar juga disediakan di area tersebut agar masyarakat tetap dapat mengikuti seluruh rangkaian prosesi yang berlangsung di halaman Istana.
Prasetyo menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang belum mendapatkan kesempatan menghadiri langsung upacara peringatan kemerdekaan di Istana.
"Sekaligus kami sebagai panitia terus terang memohon maaf karena keterbatasan," kata Prasetyo.
Menurut Prasetyo, panitia memantau tingginya jumlah masyarakat yang mendaftar untuk memperoleh tiket menghadiri peringatan HUT RI, termasuk mereka yang belum berhasil mendapatkannya pada tahun sebelumnya.
"Kami monitor banyak sekali juga yang antusias mendaftar belum pernah juga, tahun lalu juga belum menang, belum beruntung mendapatkan tiket," ujarnya.
Tingginya minat masyarakat kembali terjadi pada peringatan HUT ke-81 RI sehingga tidak seluruh pendaftar dapat memperoleh kesempatan mengikuti upacara dari dalam kompleks Istana.
"Tahun ini juga belum beruntung lagi dan kami mewakili panitia memohon maaf yang sebesar-besarnya," imbuh Prasetyo.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]