WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Sidang Isbat untuk menetapkan awal Ramadan 1446 Hijriah pada Jumat (28/2/2025), di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat. Keputusan ini akan menentukan kapan umat Islam di Indonesia memulai ibadah puasa.
Sebelumnya, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan bahwa 1 Ramadan 1446 H jatuh pada Sabtu (1/3/2025).
Baca Juga:
Sidang Isbat Kementerian Agama 1 Ramadhan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026
Penetapan ini berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) dan metode hisab yang digunakan oleh Muhammadiyah. Selain itu, mereka juga mengumumkan bahwa Idulfitri 1 Syawal 1446 H akan jatuh pada Senin, 31 Maret 2025.
Proses Sidang Isbat
Sidang Isbat akan dipimpin oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan ormas Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ahli falak, serta wakil dari DPR dan Mahkamah Agung.
Baca Juga:
Kemenag Jadwalkan Sidang Isbat Ramadan 2026 pada 17 Februari
Menurut Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, sidang ini akan melalui tiga tahapan utama:
Pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi.
Verifikasi hasil rukyatul hilal dari berbagai lokasi pemantauan di Indonesia.
Musyawarah dan pengambilan keputusan, yang kemudian diumumkan kepada publik.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menambahkan bahwa berdasarkan hisab, ijtimak akan terjadi pada Jumat, 28 Februari 2025, pukul 07.44 WIB. Pada hari itu, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah berada di atas ufuk, berkisar antara 3° 5,91’ hingga 4° 40,96’, dengan sudut elongasi antara 4° 47,03’ hingga 6° 24,14’.
"Secara astronomi, ada indikasi kuat bahwa hilal akan terlihat. Namun, keputusan final tetap menunggu hasil Sidang Isbat yang akan diumumkan oleh Menteri Agama," ujar Arsad.
[Redaktur: Rinrin Kaltarina]