Menurutnya, transformasi dari sistem open dumping menuju teknologi Waste to Energy (WTE) merupakan keniscayaan yang tidak bisa ditunda jika Indonesia ingin keluar dari krisis lingkungan laten.
Pada bagian lain, Tohom yang juga Pengamat Energi dan Lingkungan ini mengatakan bahwa proyek PSEL memiliki nilai strategis ganda, yakni sebagai solusi lingkungan sekaligus penopang ketahanan energi nasional.
Baca Juga:
Ketua Komisi II Ingatkan Hal Ini Soal Pembebasan Lahan Proyek PSEL Bantargebang
“PSEL adalah simpul penting antara agenda lingkungan dan agenda energi. Jika dikelola dengan regulasi ketat dan teknologi yang tepat, ia akan menjadi fondasi ekonomi hijau daerah sekaligus menekan emisi dan risiko pencemaran,” jelasnya.
Ia mengingatkan agar seluruh proyek PSEL tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, serta kepatuhan terhadap standar lingkungan.
Menurutnya, keberhasilan PSEL bukan hanya diukur dari listrik yang dihasilkan, tetapi dari keberlanjutan ekosistem dan penerimaan sosial masyarakat sekitar.
Baca Juga:
Proyek Pembangkit Listrik Sampah, Danantara: 200 Perusahaan Nyatakan Minat
“Ke depan, model seperti Pekalongan Raya dan Tegal Raya harus direplikasi secara nasional. Ini sejalan dengan visi besar pemerintahan Prabowo-Gibran dalam membangun Indonesia yang berdaulat energi, berdaya saing, dan berkelanjutan,” pungkas Tohom.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.