WAHANANEWS.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum 1 Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia, Taufik Hidayat, mengecam keras adanya dugaan kasus pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan pemusatan latihan nasional (pelatnas) cabang olahraga panjat tebing.
Taufik yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut menilai bahwa tindakan pelecehan seksual merupakan perbuatan yang sangat merusak nilai-nilai serta integritas dunia olahraga.
Baca Juga:
All Indonesian Final, Tim Merah Putih Pastikan Minimal Dua Gelar di Thailand Masters
Ia menegaskan bahwa dunia olahraga seharusnya menjadi ruang yang aman bagi atlet untuk berkembang, berlatih, dan meraih prestasi tanpa adanya ancaman kekerasan maupun pelecehan.
"Kami menyampaikan keprihatinan dan mengecam keras segala bentuk pelecehan seksual yang terjadi di dunia olahraga. Tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apapun. Sanksi harus tegas," ucapnya di Jakarta, Rabu (4/3).
Menurut Taufik, segala bentuk kekerasan di lingkungan olahraga, baik berupa pelecehan seksual, kekerasan fisik, maupun intimidasi, merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi.
Baca Juga:
Tim Indonesia Siap Tempur, Putri KW dan Alwi Farhan Bidik Awal Manis di Malaysia
Ia menilai perilaku tersebut tidak hanya melanggar norma hukum, tetapi juga mencederai nilai sportivitas serta martabat dunia olahraga.
"Kami menegaskan bahwa pelecehan seksual terhadap atlet, ofisial maupun pelatih adalah pelanggaran serius terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan integritas olahraga," tegasnya.
Peraih medali emas Olimpiade bulutangkis itu juga menyerukan agar seluruh pihak di dunia olahraga memiliki komitmen yang sama untuk menolak segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat atlet maupun insan olahraga lainnya.
Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada kompromi terhadap pelaku kejahatan yang mencederai rasa aman di lingkungan olahraga.
"Tidak ada toleransi terhadap perilaku yang merendahkan martabat dan mencederai rasa aman. Lingkungan olahraga harus menjadi ruang yang aman, profesional dan bermartabat bagi semua," urainya lagi.
Taufik juga berharap kasus tersebut dapat menjadi perhatian serius bagi seluruh pemangku kepentingan di dunia olahraga untuk memperkuat sistem perlindungan terhadap atlet.
Langkah pencegahan serta pengawasan yang lebih ketat dinilai penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap atlet di lingkungan pemusatan latihan nasional panjat tebing.
Pemerintah juga berjanji akan mengambil langkah tegas jika terbukti terjadi pelanggaran, demi menjaga keamanan serta kenyamanan para atlet yang sedang menjalani proses pembinaan menuju prestasi.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]