WAHANANEWS.CO, Jakarta - Dugaan aliran dana fantastis dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai terkuak setelah Kejaksaan Agung mengungkap adanya yayasan-yayasan mitra, yang diduga menerima insentif hingga miliaran rupiah setiap hari dan memiliki keterkaitan dengan para petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) yang kini berstatus tersangka.
Temuan tersebut menjadi salah satu dasar Kejaksaan Agung menetapkan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana (DH), mantan Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sony Sanjaya (SS), serta mantan Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Dukungan Kelembagaan Lodewyk Pusung (LP) sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi tata kelola program MBG.
Baca Juga:
Bukan Tanpa Sebab, Ini Pertimbangan Prabowo Percayakan BGN ke Nanik S Deyang
"Yayasan-yayasan tersebut mendapatkan insentif miliaran rupiah tiap hari," kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Syarief Sulaiman dalam konferensi pers di Kejaksaan Agung, pada Rabu (3/6/2026).
Dalam pengusutan perkara tersebut, penyidik menemukan sejumlah yayasan yang ditunjuk sebagai mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diduga memiliki afiliasi dengan pejabat maupun pegawai di lingkungan BGN.
Menurut hasil penyidikan sementara, yayasan-yayasan tersebut tetap dapat menjadi mitra pelaksana program melalui mekanisme yang diduga telah diatur dalam proses verifikasi pada portal mitra BGN.
Baca Juga:
FBI Turun Tangan: Sindikat Love Scamming Rp41,1 Miliar di Solo Raya Ternyata Bidik Ratusan Warga AS
Dugaan adanya keterkaitan antara yayasan penerima keuntungan dan para tersangka kini menjadi salah satu fokus pendalaman penyidik guna menelusuri pola pengelolaan program serta aliran dana yang terjadi selama pelaksanaan MBG.
Lebih lanjut, Syarief menjelaskan bahwa temuan mengenai pemberian insentif bernilai miliaran rupiah per hari kepada yayasan-yayasan tersebut menjadi bagian penting dalam konstruksi perkara yang sedang dikembangkan Kejaksaan Agung.
"Penyidik menduga yayasan yang memperoleh keuntungan tersebut memiliki keterkaitan dengan para tersangka," ujar Syarief.