WahanaNews.co, Solo – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya penguatan keterampilan (skill) dan kompetensi pekerja untuk memenangkan persaingan serta memperluas peluang kerja di era teknologi digital.
Hal tersebut disampaikan Afriansyah Noor saat berdialog dengan peserta Musyawarah Nasional (Munas) VIII Federasi Serikat Pekerja Percetakan, Penerbitan, dan Media Informasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP PPMI SPSI), Sabtu malam (1/8), di salah satu hotel di Kota Solo.
Baca Juga:
KSPSI Ucapkan Selamat kepada Wamenaker RI atas Penghargaan Bergengsi AFEO Honorary Fellow
Menurut Wamenaker, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dilakukan melalui berbagai pelatihan keterampilan dan kompetensi. Untuk itu, Balai Latihan Kerja (BLK) Kementerian Ketenagakerjaan siap memfasilitasi para pekerja agar memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri dan mampu bersaing di dunia kerja.
Selain keterampilan teknis, Wamenaker juga menilai kemampuan berbahasa menjadi nilai tambah, terutama bagi pekerja yang ingin memanfaatkan peluang kerja di luar negeri.
Dalam kesempatan tersebut, Afriansyah Noor turut mendorong agar setiap perselisihan hubungan industrial diselesaikan melalui musyawarah dan mufakat sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Baca Juga:
Suasana Natal, Noel Dijenguk Istri di Rutan KPK Ungkap Kodisi Suami Sehat
"Di mana pun saya selalu mendorong agar Hubungan Industrial Pancasila terus kita gaungkan sebagai landasan membangun hubungan yang harmonis antara pekerja dan pengusaha," ujar Wamenaker.
Ket foto: Foto bersama stakeholder ketenagakerjaan dengan peserta Munas VIII FSP PPMI SPSI yang digelar di Solo, Jawa Tengah, (1-2/8/2026). [WahanaNews.co/Ist]
Dialog bersama peserta Munas VIII FSP PPMI SPSI berlangsung hangat dan penuh keakraban. Wamenaker didampingi Ketua Umum FSP PPMI SPSI, Arnod Sihite, yang juga menjabat Wakil Ketua Umum DPP Konfederasi KSPSI di bawah kepemimpinan Yoris Raweyai.