Menpora berharap ajang tersebut dapat menjadi momentum penting bagi atlet-atlet Indonesia untuk meningkatkan kemampuan sekaligus menambah pengalaman menghadapi pemain-pemain terbaik dunia.
Dengan semakin sering bertanding di level internasional, peluang untuk meraih prestasi di berbagai kejuaraan besar pun semakin terbuka.
Baca Juga:
FIBA dan MILO Indonesia Jalin Kerja Sama Strategis, Menpora Soroti Pengembangan Basket Grassroot
"Saya harap dengan kompetisi yang ada ini para atlet memiliki kesempatan luar biasa untuk meningkatkan prestasi billiardnya di Indonesia, dan semoga bisa meraih medali emas nanti di Asian Games Jepang," harap Menpora.
Lebih lanjut, Erick menegaskan bahwa pembangunan olahraga nasional memerlukan kolaborasi berbagai pihak.
Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam membangun prestasi olahraga maupun industri olahraga yang berkelanjutan.
Baca Juga:
Indonesia Inisiasi SEAMMYS 2026 di Bali, Negara Asia Tenggara Sepakati Deklarasi Bali
Dibutuhkan keterlibatan sektor swasta serta dukungan masyarakat agar ekosistem olahraga dapat tumbuh secara sehat.
Ia mengibaratkan pembangunan olahraga serupa dengan pembangunan ekonomi, yang membutuhkan keseimbangan antara dukungan pemerintah, investasi swasta, dan partisipasi masyarakat sebagai konsumen maupun pendukung kegiatan olahraga.
"Saya sampaikan terima kasih kepada privat sector yang juga membangun olahraga di Indonesia termasuk para atlet. Disisi lain Kemenpora juga melakukan kemudahan. Misalnya Permen 14/2024 yang sudah dicabut kemudian dikeluarkan peraturan baru yang justru bersama-sama stakeholders menjadi satu kesatuan. Kami juga melakukan deregulasi 191 aturan menjadi 4 aturan, 1500 pasal menjadi 600 pasal dan sebagainya," urainya.