Sebelumnya, Indonesia berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan menempati posisi runner up pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior di Brunei Darussalam 2024.
Pada ajang tersebut, Indonesia mengoleksi total 29 medali yang terdiri dari 10 emas, 10 perak, dan 9 perunggu.
Baca Juga:
Arus Balik Melandai, Korlantas Akhiri Sistem One Way dari Kalikangkung hingga Cikampek
Menurut Susyana, kejuaraan dunia junior 2026 menjadi ajang penting bagi pembinaan atlet muda Indonesia.
“Mereka butuh banyak jam terbang. Jadi, kita bukan hanya bisa melihat perkembangan prestasinya tetapi juga melihat kualitas lawan-lawan yang bakal dihadapi ke depan,” kata Susyana.
Ia menambahkan, hasil yang diperoleh para atlet nantinya akan menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan performa ke depan.
Baca Juga:
Genjot Infrastruktur Pendidikan, Sekolah Rakyat Tahap II Ditargetkan Tampung 112 Ribu Siswa
Evaluasi tersebut dinilai penting dalam mempersiapkan atlet muda menghadapi ajang multi event internasional selanjutnya.
Sejumlah atlet andalan pun menyatakan kesiapan mereka untuk tampil maksimal di kejuaraan tersebut.
Atlet taolu seperti Zivan Abimanyu Rasendria, Vini Nur Azizah, dan Utiqo Romadhona Ummi Auna menegaskan tekad mereka untuk meraih medali emas.