WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah Indonesia secara resmi mulai mencairkan bonus bagi para atlet peraih medali dalam ajang ASEAN Para Games 2025 pada Selasa, 17 Maret 2026.
Proses pencairan dilakukan dengan mentransfer dana langsung ke rekening masing-masing atlet guna memastikan penyaluran berlangsung cepat, tepat, dan tanpa hambatan administratif.
Baca Juga:
Pemanfaatan AI di Sekolah Kini Diatur, Pemerintah Tekankan Kesiapan dan Usia Anak
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyampaikan bahwa pencairan bonus tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Bonus ini diberikan sebagai bentuk penghargaan kepada atlet disabilitas yang telah berjuang mengharumkan nama bangsa dan membawa Indonesia menempati posisi kedua pada ASEAN Para Games ke-13 Thailand.
"Pada hari ini pemerintah telah mencairkan bonus bagi para atlet Indonesia yang telah mengharumkan nama bangsa. Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang telah berjuang dengan penuh semangat,” ujar Menpora.
Baca Juga:
Kerja Sama Dagang RI–AS Menguat, Investasi Mineral Wajib Bangun Smelter di Dalam Negeri
Pemerintah menyiapkan total anggaran bonus yang nilainya hampir mencapai Rp365 miliar. Besaran bonus diberikan secara berbeda, disesuaikan dengan kategori dan nomor pertandingan yang diikuti para atlet.
Untuk atlet peraih medali emas pada nomor perorangan, pemerintah memberikan bonus sebesar Rp1 miliar.
Sementara itu, peraih emas nomor ganda mendapatkan Rp800 juta, dan untuk kategori beregu diberikan Rp500 juta.
Tak hanya atlet, para pelatih juga turut memperoleh bonus sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka dalam membina dan mendampingi atlet hingga meraih prestasi.
Untuk pelatih nomor perorangan dan ganda diberikan bonus sebesar Rp300 juta, sedangkan pelatih nomor beregu memperoleh Rp400 juta.
Penyaluran bonus dilakukan melalui rekening Bank Rakyat Indonesia milik masing-masing penerima.
Skema ini dipilih untuk mempercepat distribusi dana sekaligus memastikan transparansi serta akuntabilitas dalam penyaluran.
Menpora Erick Thohir menegaskan bahwa mekanisme transfer langsung ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjalankan arahan Presiden terkait tata kelola keuangan yang bersih dan tepat sasaran. Ia memastikan tidak ada perantara dalam proses pencairan dana tersebut.
“Sesuai arahan Presiden, dana bonus ditransfer langsung ke rekening atlet dan pelatih. Agar diterima cepat, transparan, dan tepat sasaran,” katanya.
Selain memberikan bonus, Kementerian Pemuda dan Olahraga juga bekerja sama dengan pihak perbankan untuk memberikan edukasi kepada atlet terkait pengelolaan keuangan.
Program pendampingan ini diharapkan dapat membantu para atlet dalam mengatur keuangan mereka secara bijak dan berkelanjutan di masa depan.
“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi negara atas perjuangan para atlet. Sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh insan olahraga Indonesia untuk terus berprestasi,” kata Menpora Erick.
Dalam ajang tersebut, kontingen Indonesia berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih total 135 medali emas, jauh melampaui target awal sebanyak 82 medali emas.
Selain itu, Indonesia juga mengumpulkan 143 medali perak dan 114 medali perunggu, sehingga mengukuhkan posisi di peringkat kedua klasemen akhir.
“Untuk para atlet Indonesia, kalian adalah saudara-saudara kita yang sempurna dalam hati dan dalam perjuangan. Terima kasih, para atlet, dari kami, bangsa Indonesia,” ujar Menpora Erick.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]