"Saya ingin datang untuk melatih di Inggris, tapi sebelumnya saya ingin berdiri tegak dan berjuang untuk warga saya, untuk negara saya dan untuk demokrasi," tegasnya.
"Kami semua berharap ini segera berakhir karena nyawa yang tak berdosa telah terenggut dan kelurga tercabik-cabik. Untuk apa sebuah negara diserang dan dihancurkan? Kami perlu berdiri bersama sebagai satu kesatuan dan mengakhiri perang kriminal ini," serunya.
Baca Juga:
Rusia Hujani Drone Ukraina, 77 Pesawat Nirawak Ditembak Jatuh dalam Semalam
Suara Pesepakbola Lainnya
Luzhny berada di antara deretan legenda dan para pemain asal Ukraina yang menyuarakan penentangan mereka terhadap perang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini.
Baca Juga:
Tak Peduli Tahun Baru, Rusia Enggan Gencatan Senjata di Ukraina
Bintang Atalanta, Ruslan Malinovskyi, menampilkan pesan perdamaian di jersey dia setelah mencetak gol saat memenangkan laga kontra Olympiacos di Liga Europa.
Sementara, legenda Chelsea, Andriy Shevchenko, menulis di media sosial: "Kami hanya ingin perdamaian. Perang bukanlah jawaban."
Oleksandr Zinchenko sampai-sampai menangis ketika kedua suporter di laga Everton versus Manchester City membentangkan spanduk anti-perang sebelum kick-off kedua laga.