“Saat melewati garis finis, saya benar-benar tidak tahu apakah menang atau kalah, dan kembali ke padok dalam keadaan bingung. Setelah kembali, proses penentuan pemenang melalui foto finish memakan waktu lama, jadi saya benar-benar lega bisa menang,” ujar joki Cruix du Nord.
Yuichi juga menjelaskan strategi balapannya yang sempat berubah di tengah perlombaan.
Baca Juga:
Komisi III DPR Kaji Pembentukan Komite Perampasan Aset Independen dalam RUU Perampasan Aset
Awalnya ia berencana mengendalikan ritme dengan lebih santai, namun kondisi di lintasan membuatnya mengambil keputusan berbeda.
“Rencana balapan awalnya adalah memasuki turunan pertama dengan santai, tapi jujur saja, saya sedikit tegang. Karena kuda ini memiliki kekuatan dan kelincahan, akhirnya saya memutuskan untuk melakukan sprint lebih awal dan mendorongnya ke depan, tapi saya terus mengejar sambil percaya dia akan berusaha keras,” pungkas Yuichi
Di sisi lain, Fuuma Matsukawa mengungkapkan bahwa dirinya sudah mempersiapkan diri menghadapi tantangan start dari posisi luar. Ia mengaku kecewa dengan hasil akhir, mengingat selisih yang sangat tipis.
Baca Juga:
Rieke Diah Pitaloka Soroti Dugaan Ketimpangan Penegakan Hukum terhadap WNA dan WNI
“Karena start dari posisi luar, saya sudah siap mental untuk berlomba tanpa kehilangan posisi. Keseimbangan di saat-saat krusial juga bagus, dan saya mengikuti Admire Terra. Reaksinya saat memasuki lintasan lurus juga bagus, tapi dengan selisih finis seperti ini, rasanya menyakitkan. Kuda ini sudah berusaha keras,” ujar Fuuma.
Sementara itu, Yutaka Take menilai jalannya perlombaan berlangsung menarik dan kompetitif.
Ia menyebut perbedaan tenaga dorong menjadi faktor pembeda di momen akhir.