“Saat melewati garis finis, saya benar-benar tidak tahu apakah menang atau kalah, dan kembali ke padok dalam keadaan bingung. Setelah kembali, proses penentuan pemenang melalui foto finish memakan waktu lama, jadi saya benar-benar lega bisa menang,” ujar joki Cruix du Nord.
Yuichi juga menjelaskan strategi balapannya yang sempat berubah di tengah perlombaan.
Baca Juga:
Soal Dugaan ASN Pakai Narkoba, Nawal Husni Desak Pemkot Bekasi Ambil Sikap
Awalnya ia berencana mengendalikan ritme dengan lebih santai, namun kondisi di lintasan membuatnya mengambil keputusan berbeda.
“Rencana balapan awalnya adalah memasuki turunan pertama dengan santai, tapi jujur saja, saya sedikit tegang. Karena kuda ini memiliki kekuatan dan kelincahan, akhirnya saya memutuskan untuk melakukan sprint lebih awal dan mendorongnya ke depan, tapi saya terus mengejar sambil percaya dia akan berusaha keras,” pungkas Yuichi
Di sisi lain, Fuuma Matsukawa mengungkapkan bahwa dirinya sudah mempersiapkan diri menghadapi tantangan start dari posisi luar. Ia mengaku kecewa dengan hasil akhir, mengingat selisih yang sangat tipis.
Baca Juga:
Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan ,Pemkab Karo dan Tim Verifikasi Program Pembangunan Sekolah Nasional Jalin Kerjasama
“Karena start dari posisi luar, saya sudah siap mental untuk berlomba tanpa kehilangan posisi. Keseimbangan di saat-saat krusial juga bagus, dan saya mengikuti Admire Terra. Reaksinya saat memasuki lintasan lurus juga bagus, tapi dengan selisih finis seperti ini, rasanya menyakitkan. Kuda ini sudah berusaha keras,” ujar Fuuma.
Sementara itu, Yutaka Take menilai jalannya perlombaan berlangsung menarik dan kompetitif.
Ia menyebut perbedaan tenaga dorong menjadi faktor pembeda di momen akhir.