“Dukungan dari KBRI Tokyo senantiasa kami upayakan bagi putra putri Indonesia dalam kompetisi dunia lainnya yang diadakan di Jepang,” ujar Al Aula yang didampingi Sekretaris Pertama Fungsi Pensosbud, Iqbal Mohammad, Amrullah, saat menerima Damar di kantor KBRI Tokyo.
Berkat raihan terbarunya, Damar kini tercatat sebagai atlet Paralayang Indonesia peringkat 4 dunia dalam kelompok U26, sekaligus menjadi atlet nomor satu di Indonesia pada kategori tersebut.
Baca Juga:
Masniari Wolf Raih Emas Ketiga Beruntun SEA Games, Kukuhkan Dominasi Gaya Punggung
Damar mengakui bahwa tantangan kompetisi cukup berat. Area pendaratan yang dikelilingi bukit dan pepohonan menyebabkan turbulensi kuat, sehingga parasut cenderung bergetar dan membuat proses turun menjadi lebih sulit.
Meski begitu, ia mengaku sangat menikmati atmosfer kejuaraan di Jepang. Lingkungan kompetisi yang penuh penghormatan antaratlet meninggalkan kesan mendalam baginya.
"Saya sendiri sangat merasakan atmosfer yang berbeda. Sangat amat jauh berbeda dengan saat saya mengikuti kejuaraan dunia di negara lain,” ujarnya.
Baca Juga:
Atlet Muda Jawa Barat Torehkan Rekor Asia dan Emas di Ajang AYPG 2025
Kejuaraan Fujinomiya Paragliding Accuracy International Open diikuti oleh 60 atlet dari berbagai negara, termasuk Malaysia, Thailand, Mongolia, Kosovo, Spanyol, serta tuan rumah Jepang.
Indonesia hanya menurunkan satu wakil, yakni Damar, lantaran tim inti Paralayang nasional tengah fokus mempersiapkan diri menghadapi SEA Games Thailand 2025.
Partisipasi Indonesia dalam ajang ini mendapat dukungan penuh dari Federasi Aero Sport Indonesia (FASI).