"Saya memulai laga dengan level sangat tinggi seperti sebelumnya melawannya. Tantangannya menjaga level saat permainan lawan mulai meningkat,” ujar Shelton usai pertandingan.
"Saya mampu melakukannya di set kedua dan bermain sangat baik. Saya puas dengan penampilan saya pekan ini dan usaha yang kami lakukan bersama tim,” katanya.
Baca Juga:
Tumbangkan Spanyol, Italia Ukir Rekor Bersejarah Tiga Kali Juara Piala Davis
Cobolli, yang sebelumnya tampil impresif dengan menyingkirkan Zverev di semifinal, sempat memberikan perlawanan lebih ketat pada set kedua.
Namun, kekuatan servis Shelton yang konsisten membuat lawannya kesulitan menciptakan tekanan berarti hingga pertandingan berakhir dalam durasi 90 menit.
Keberhasilan ini juga mengukir sejarah tersendiri bagi Shelton.
Baca Juga:
Sinner Pertahankan Gelar ATP Finals dan Tutup Musim dengan Rekor Fantastis
Ia menjadi petenis Amerika pertama yang mampu menjuarai turnamen lapangan tanah liat di atas level ATP 250 sejak tahun 2002, mengikuti jejak Andre Agassi yang kala itu menjadi juara di Roma.
Selain itu, Shelton kini tercatat sebagai petenis pria Amerika pertama yang mengoleksi tiga gelar ATP 500 sejak format tersebut diperkenalkan pada 2009.
Dengan pencapaian tersebut, petenis berusia 23 tahun itu kini sejajar dengan legenda seperti Agassi dan Andy Roddick dalam daftar elit tenis Amerika.