Luhut menilai kebijakan penganggaran multiyears menjadi solusi atas berbagai kendala struktural yang selama ini kerap menghambat proses pembinaan atlet.
Selama ini, program pengembangan atlet sering kali terkendala oleh sistem perencanaan tahunan yang membuat kesinambungan pembinaan sulit dijaga dalam jangka panjang.
Baca Juga:
Luhut Blak-blakan Subsidi Energi RI Belum Tepat Sasaran: 62,89 Persen Dinikmati Orang Kaya
"Untuk menghasilkan prestasi konsisten, atlet dan pelatih membutuhkan kepastian program," ujarnya.
Menurutnya, langkah yang diambil Presiden Prabowo menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan.
Kebijakan tersebut dinilai tidak hanya berorientasi pada target perolehan medali dalam satu ajang, tetapi juga berfokus pada pembangunan fondasi olahraga nasional yang kuat untuk masa depan.
Baca Juga:
Sejarah Berdirinya Satuan 81 Kopassus, Pasukan Elit Anti Teror TNI Bentukan Prabowo Subianto Dan Luhut Panjaitan
"Langkah strategis Presiden membuktikan pemerintah tidak hanya fokus pada target medali satu ajang. Tetapi membangun fondasi lebih kuat bagi masa depan olahraga Indonesia," ujar Luhut.
PB PASI juga menilai gagasan pembinaan atlet sejak usia sekolah dasar hingga sekolah menengah atas sejalan dengan visi organisasi dalam menciptakan regenerasi atlet yang berkesinambungan.
Program identifikasi dan pemanduan bakat sejak usia 8 hingga 10 tahun dianggap sebagai salah satu kunci penting dalam mencetak atlet berkelas dunia yang memiliki daya saing tinggi.