WAHANANEWS.CO, Jakarta - Paulus Pandjaitan, putra Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, resmi mengemban amanah sebagai Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) Para Raider 18/Trisula.
Pelantikan tersebut menjadi momen penuh makna dan emosional bagi Luhut, mengingat perjalanan panjang serta dinamika batin yang ia rasakan saat sang anak memilih jalan hidup sebagai prajurit TNI.
Baca Juga:
Luhut Minta Prabowo Tetap Optimistis Soal Ekonomi RI
“Spesial juga, hari ini anak saya dilantik jadi Komandan Brigade Infanteri (Brigif) Para Raider 18/Trisula. Menjadi istimewa karena waktu operasi 7 Desember 1975 Linud di Tim-Tim Grup 1 Nanggala 5 itu bersamaan dengan Brigade 18 terjunnya,” kata Luhut dikutip dari akun media sosialnya, Kamis (22/1/2026).
Menurut Jenderal TNI (HOR) tersebut, pelantikan Paulus tidak hanya menjadi tonggak penting dalam karier militernya, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dan reuni para prajurit senior yang pernah terlibat dalam operasi lintas udara di Timor Timur pada tahun 1975.
“Jadi tadi waktu serah terima saya ajak juga teman-teman saya dulu yang ikut dalam operasi Linud di Timor-Timur. Banyak mereka yang masih hidup dan kami dulu ketemunya di Marshalling Area di Lanud Iswahyudi, Madiun,” ujarnya.
Baca Juga:
Tarif Impor Lebih Rendah, Luhut: Vietnam dan Taiwan Incar Relokasi Pabrik ke Indonesia
Luhut menuturkan bahwa Brigade Infanteri Raider 18/Trisula memiliki catatan sejarah panjang serta reputasi yang kuat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia pun mengaku bangga melihat putranya dipercaya memimpin satuan strategis tersebut.
“Jadi tadi seperti reuni dan saya banggalah Paulus bisa jadi Komandan Brigade 18 yang punya sejarah panjang menumpas berbagai masalah di Republik ini. Brigade ini saya lihat, Brigade yang punya reputasi. Satu kehormatan buat keluarga kami, bahwa Paulus menjadi Komandan Brigade 18 Raider,” ucapnya.