Ia menegaskan bahwa kementerian yang dipimpinnya tidak semestinya hanya dipandang sebagai lembaga yang menghabiskan anggaran negara, melainkan sebagai sektor investasi yang mampu memberikan nilai tambah bagi pembangunan bangsa.
"Persepsi Kemenpora selama ini selalu dibilang sebagai cost center, padahal kementerian ini adalah investasi. Pemuda itu investasi, banyak pemuda menjadi pengusaha, politikus, dan yang lain. Olahraga juga sama, kalau kita bicara prestasi itu national branding dan yang mengibarkan bendera itu adalah para atlet," ujar Menpora Erick.
Baca Juga:
Pejabat Baru Kemenpora Dilantik, Menpora Erick Tekankan Integritas dan Efektivitas Kinerja
Lebih lanjut, Erick menilai sektor industri olahraga dan sport tourism memiliki potensi besar sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Karena itu, ia menekankan pentingnya pengembangan ekosistem olahraga yang mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat internasional.
"Kalau kita bicara sport industry, sport tourisme itu adalah revenue. Banyak sekali negara yang mulai menggantungkan pada pertumbuhan baru. Jadi ini deputi yang sangat penting, melalui proses seleksi yang panjang kita mendapatkan yang terbaik," tambahnya.
Baca Juga:
Rosan Roeslani: Pembinaan Berkelanjutan Kunci Indonesia Cetak Juara Dunia
Di akhir arahannya, Erick menitipkan pesan kepada kedua pejabat yang baru dilantik agar memastikan seluruh program Kemenpora berjalan efektif dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
"Saya titipkan amanah kepada Pak Ses dan Pak Deputi untuk memastikan seluruh program kita jalankan yang outputnya terasa kepada atlet, pemuda, dan masyarakat," harap Menpora Erick.
Sementara itu, Sesmenpora Suyadi Pawiro menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia berkomitmen untuk menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya serta memperkuat pelayanan publik di lingkungan Kemenpora.