WAHANANEWS, Jakarta – Pemerintah menaruh perhatian serius terhadap berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda Indonesia di tengah momentum bonus demografi.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menilai potensi besar yang dimiliki pemuda dapat tergerus apabila sejumlah persoalan mendasar, mulai dari polarisasi di ruang digital, kesehatan mental, hingga melemahnya ketangguhan ideologi, tidak segera ditangani secara komprehensif.
Baca Juga:
Erick Thohir Lantik Sesmenpora dan Deputi Baru, Dorong Kemenpora Naik Kelas dan Perkuat Industri Olahraga
Hal tersebut disampaikan Erick Thohir saat menghadiri Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi X DPR RI di Ruang Rapat Komisi X DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Menpora memaparkan berbagai tantangan yang dinilai menjadi penghambat optimalisasi peran pemuda sebagai motor pembangunan bangsa.
Salah satu persoalan yang menjadi sorotan utama adalah meningkatnya polarisasi di ruang digital. Menurut Erick, perkembangan teknologi digital memang membuka banyak peluang, namun di sisi lain juga memunculkan berbagai polemik yang membuat generasi muda rentan terpapar disinformasi, provokasi, hingga konflik horizontal yang dapat mengganggu kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Baca Juga:
Presiden Prabowo Blak-blakan Resah Timnas Indonesia Belum Lolos Piala Dunia: Jangan Anggap Enteng Sepak Bola
“Isu tentang ruang digital, kita bisa lihat yang menjadi polemik tersendiri. Alhamdulillah pemerintah sudah masuk ke sendi-sendi bahwa usia 16 tahun sudah mulai dikurangi penggunaan digital di sekolah. Saya rasa ini keputusan kontroversial tapi tepat. Kalau negara-negara lain seperti Australia saja yang terbuka sudah mengoreksi penggunaan digitalnya di kalangan pemuda, apalagi kita yang kualitas pendidikannya masih tertinggal,” ujar Menpora.
Selain tantangan di ruang digital, Erick juga menyoroti meningkatnya persoalan kesehatan mental yang dialami kalangan muda.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi alarm serius yang memerlukan perhatian bersama karena dapat berdampak terhadap produktivitas, kualitas hidup, hingga masa depan generasi penerus bangsa.