Konsorsium yang dipimpin Amit Bhatia bersama keluarga Mittal disebut-sebut menjadi calon investor dengan nilai transaksi yang diperkirakan mencapai 6 miliar dolar Amerika Serikat.
Berbeda dengan Liverpool yang masih memiliki daya tarik besar bagi investor, Leicester City justru menghadapi situasi yang jauh lebih berat.
Baca Juga:
Manchester City Resmi Boyong Wonderkid Leicester Jeremy Monga, Kontrak hingga 2031
Grup King Power selaku pemilik klub telah resmi menawarkan Leicester kepada calon investor baru setelah klub mengalami tekanan finansial sekaligus terdegradasi dari Liga Primer Inggris.
Klub yang pernah menciptakan sejarah dengan menjuarai Liga Inggris pada musim 2015-2016 itu dilaporkan membukukan kerugian sebesar 71,1 juta pound sterling.
Situasi tersebut memperlihatkan bahwa kesuksesan di atas lapangan tidak selalu sejalan dengan kesehatan finansial sebuah klub.
Baca Juga:
Erling Haaland Resmi Jadi Pencetak 100 Gol Tercepat Sepanjang Era Liga Inggris
Sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi kompetisi, Liga Primer Inggris akan mulai menerapkan regulasi keuangan baru pada musim 2026-2027.
Aturan tersebut membatasi total pengeluaran untuk pemain, termasuk gaji dan biaya terkait lainnya, maksimal sebesar 85 persen dari total pendapatan klub.
Mitra pengelola Channel Associados, Moises Assayag, menilai kompetisi sepak bola paling bergengsi di dunia itu kini tengah menghadapi tantangan yang cukup besar meskipun secara bisnis masih menjadi liga paling bernilai.