WAHANANEWS.CO, Jakarta - Legenda sepak bola Italia, Alessandro Del Piero, angkat bicara mengenai krisis yang sedang membayangi sepak bola Italia setelah kegagalan tim nasional mereka lolos ke Piala Dunia 2026.
Ia menilai kondisi ini bukan sekadar kegagalan biasa, melainkan tanda perlunya pembenahan besar-besaran secara menyeluruh dalam sistem sepak bola nasional.
Baca Juga:
Menpora Erick Sambut Kehadiran Trofi Piala Dunia 2026, Tegaskan Pemuda dan Olahraga Prioritas Nasional
Menurut Del Piero, situasi yang terjadi saat ini sangat memalukan bagi negara dengan sejarah panjang dan prestasi besar di dunia sepak bola.
Ia menyebut kegagalan beruntun Italia tampil di ajang sepak bola terbesar dunia sebagai pukulan telak yang mencoreng reputasi mereka di kancah internasional.
“Kegagalan pada 2018 membuat semua terkejut, yang kedua adalah mimpi buruk, dan yang ketiga mulai membuat Italia malu. Kita adalah kekuatan besar dan kita gagal untuk ketiga kalinya,” ujar Del Piero, dikutip dari Football Italia.
Baca Juga:
FIFA Beri Jaminan Tim Peserta di Tengah Polemik Visa Amerika Serikat
Kegagalan tersebut terjadi saat timnas Italia berada di bawah arahan pelatih Gennaro Gattuso.
Meski demikian, Del Piero menegaskan bahwa kondisi ini tidak bisa sepenuhnya disalahkan kepada satu sosok saja.
Ia menilai permasalahan yang terjadi jauh lebih kompleks dan telah mengakar sejak lama.
Ia juga menyinggung bahwa berbagai persoalan dalam sepak bola Italia sebenarnya sudah muncul bahkan sebelum masa kepemimpinan Gattuso maupun Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina.
Hal ini menunjukkan bahwa krisis yang terjadi bersifat sistemik dan membutuhkan solusi jangka panjang.
“Banyak masalah muncul sekarang. Budaya egois membuat sepak bola Italia memburuk, banyak orang hanya menyelamatkan diri sendiri,” ujarnya.
Lebih lanjut, Del Piero mengingatkan bahwa Italia pernah menghadapi masa-masa sulit serupa di masa lalu.
Namun, mereka mampu bangkit dan kembali berjaya, seperti saat meraih kesuksesan di Piala Dunia 1982 dan Piala Dunia 2006.
Kebangkitan tersebut, menurutnya, tidak lepas dari keberanian melakukan pembenahan fundamental, termasuk fokus pada pembinaan pemain muda dan pembangunan sistem yang lebih solid.
Ia pun menekankan bahwa langkah awal untuk bangkit adalah dengan memiliki sikap rendah hati serta kemauan untuk belajar dan berbenah dari nol.
“Yang dibutuhkan sekarang adalah kerendahan hati dan kemauan untuk memulai lagi, belajar, serta menganalisis siapa yang melakukannya dengan baik,” kata Del Piero.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]