Pelaksanaan program tersebut dilatarbelakangi masih besarnya tantangan dalam meningkatkan partisipasi olahraga penyandang disabilitas di Indonesia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, terdapat sekitar 22,9 juta penyandang disabilitas di Indonesia atau sekitar 8,5 hingga 9 persen dari total populasi nasional.
Baca Juga:
Pemerintah Tegaskan Komitmen Bangun Sepak Bola Nasional, Blueprint Menuju Piala Dunia 2030 Disiapkan
Besarnya jumlah tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan akses olahraga yang memadai.
Keterbatasan fasilitas, layanan, akses kegiatan, serta ketersediaan tenaga pelatih yang memahami kebutuhan penyandang disabilitas menjadi sejumlah faktor yang turut memengaruhi rendahnya partisipasi olahraga kelompok tersebut.
Kemenpora mencatat saat ini terdapat sekitar 92 pelatih olahraga disabilitas dengan latar belakang pelatih National Paralympic Committee Indonesia (NPCI).
Baca Juga:
PSSI Gelar Kongres Biasa 2026, Erick Thohir Cek Langsung Lokasi Pelaksanaan
Sementara itu, dari total sekitar 22,9 juta penyandang disabilitas di Indonesia, baru sekitar 11,6 persen yang tercatat aktif berolahraga.
Melalui penguatan kapasitas pelatih dan penggerak, Kemenpora berharap semakin banyak penyandang disabilitas yang mendapatkan kesempatan untuk berolahraga secara aman, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Program tersebut juga diharapkan dapat menjadi fondasi pembinaan olahraga disabilitas yang berkesinambungan, mulai dari tingkat komunitas hingga pembinaan prestasi.