Para peserta diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di daerah masing-masing serta menjadi motor penggerak dalam memperluas pembinaan olahraga bagi penyandang disabilitas.
"Kami berharap kegiatan ini melahirkan penggerak-penggerak yang berkompeten dan menjadi awal pembinaan yang berkelanjutan serta mampu menjadi multiplier di daerah masing-masing dan untuk masa depan olahraga disabilitas Indonesia yang semakin gemilang dan mengharumkan nama bangsa dikancah internasional," imbuhnya.
Baca Juga:
Pemerintah Tegaskan Komitmen Bangun Sepak Bola Nasional, Blueprint Menuju Piala Dunia 2030 Disiapkan
Sementara itu, Pelatih Nasional NPCI, M. Bram Riyadi, menekankan pentingnya kemampuan pelatih dalam memahami kondisi setiap atlet.
Menurutnya, penyandang disabilitas memiliki klasifikasi dan karakteristik yang berbeda sehingga pola latihan maupun metode pendampingan tidak dapat disamaratakan.
"Setiap atlet disabilitas memerlukan pendekatan yang berbeda-beda karena memang atlet memiliki masing-masing klasifikasi. Dimana setiap klasifikasi memiliki unsur-unsur berbeda dalam peningkatan kebutuhan latihannya," katanya.
Baca Juga:
PSSI Gelar Kongres Biasa 2026, Erick Thohir Cek Langsung Lokasi Pelaksanaan
Menurut Bram, peningkatan kompetensi pelatih menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan proses pembinaan yang efektif.
Oleh sebab itu, peserta ToT diberikan pembekalan yang memadukan pemahaman teori dengan praktik di lapangan agar nantinya dapat berperan sebagai penggerak olahraga disabilitas.
"Pelatih sangat perlu memahami unsur-unsur hambatan yang ada dalam masing-masing atlet disabilitas. Disetiap masing-masing hambatan memiliki cara pendampingan dan proses cara melatihnya yang berbeda-beda," jelasnya.