Laporan yang sama turut menyoroti hubungan baik antara Maroko dan jajaran pimpinan FIFA. Kedekatan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang memperkuat posisi Maroko untuk tetap menjadi bagian dari tuan rumah Piala Dunia 2030.
Dukungan yang selama ini diberikan Maroko kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino, dalam berbagai kesempatan juga disebut ikut memperbesar peluang negara itu mempertahankan statusnya.
Baca Juga:
Pagi Mengejutkan di Lombok Barat, Bupati dan 18 Orang Diamankan KPK Usai Nobar Piala Dunia
Bahkan, muncul spekulasi bahwa Maroko berpeluang dipercaya menjadi lokasi pertandingan final Piala Dunia 2030.
Skenario tersebut dapat terwujud apabila FIFA memutuskan untuk melakukan penyesuaian pembagian pertandingan di antara negara-negara tuan rumah.
Hingga saat ini, FIFA belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait permintaan yang disampaikan Partai Livre.
Baca Juga:
Daftar Juara Piala Dunia Sepanjang Sejarah, Hanya Delapan Negara yang Pernah Mengangkat Trofi
Dengan demikian, format penyelenggaraan Piala Dunia 2030 masih tetap mengacu pada keputusan sebelumnya, yakni digelar secara bersama oleh negara-negara yang telah ditetapkan.
Perdebatan mengenai kelayakan Maroko sebagai tuan rumah diperkirakan masih akan berlanjut seiring dinamika politik dan hubungan internasional yang terus berkembang.
Meski berbagai desakan mulai bermunculan, seluruh keputusan mengenai perubahan komposisi tuan rumah sepenuhnya berada di tangan FIFA sebagai otoritas tertinggi penyelenggara sepak bola dunia.