Meski demikian, ia mengakui pertandingan tetap menghadirkan momen yang menegangkan, terutama pada babak tambahan waktu.
Menurutnya, satu kesalahan kecil saja bisa mengubah jalannya pertandingan dan menggagalkan ambisi Spanyol menjadi juara dunia.
Baca Juga:
Dunia Mengakui Kehebatan La Roja, Ini Deretan Rekor Bersejarah yang Baru Saja Diciptakan
"Seandainya sapuan Cubarsi memantul dari Unai Simón dan masuk ke gawang, mereka bisa saja menang. Tanpa satu pun tembakan ke arah gawang, untungnya, momen itu ditangani dengan baik," ucap De la Fuente.
Kesuksesan La Roja, lanjut De la Fuente, tidak lepas dari kokohnya organisasi pertahanan sepanjang turnamen.
Ia mengungkapkan Spanyol hanya menghadapi 10 tembakan selama Piala Dunia dan hanya kebobolan satu gol, sebuah catatan yang menunjukkan disiplin tinggi seluruh pemain dalam bertahan.
Baca Juga:
Tongkat Komando Yonif 142/Ksatria Jaya Resmi Berganti
"Kami hanya menerima sepuluh tembakan sepanjang turnamen. Itu terjadi karena tim ini bertahan secara kolektif dengan sangat baik," ujar De la Fuente.
Selain tampil solid di lini belakang, Spanyol juga menunjukkan produktivitas tinggi di sektor penyerangan.
Menurutnya, keseimbangan antara menyerang dan bertahan menjadi salah satu identitas tim yang dibangunnya selama beberapa tahun terakhir.