Menurut De la Fuente, kedua pemain sama-sama pernah menjadi sasaran kritik, tetapi mampu membuktikan kualitas mereka melalui kontribusi nyata bersama tim nasional.
"Ferran memiliki angka-angka yang menakjubkan bersama timnas. Ia sedikit mengingatkan saya kepada Álvaro Morata," ucap De la Fuente.
Baca Juga:
Dunia Mengakui Kehebatan La Roja, Ini Deretan Rekor Bersejarah yang Baru Saja Diciptakan
Dalam kesempatan yang sama, De la Fuente juga memberikan pujian kepada dua talenta muda Spanyol, Lamine Yamal dan Pau Cubarsi.
Keduanya dinilai memiliki kualitas, kematangan, dan kecerdasan bermain yang jauh melampaui usia mereka sehingga diyakini akan menjadi pilar penting La Roja pada masa mendatang.
"Orang-orang seperti Lamine Yamal dan Pau Cubarsi sangat istimewa. Mereka memiliki kematangan dan kecerdasan yang luar biasa. Bagi saya, mereka adalah para jenius," kata De la Fuente.
Baca Juga:
Tongkat Komando Yonif 142/Ksatria Jaya Resmi Berganti
Menutup pernyataannya, De la Fuente membandingkan tim juara dunia 2026 dengan generasi emas Spanyol yang meraih gelar Piala Dunia 2010.
Menurutnya, filosofi permainan Spanyol tetap berlandaskan permainan kolektif, meski telah mengalami berbagai penyesuaian mengikuti perkembangan sepak bola modern.
"Saya tidak begitu menyukai istilah tiki-taka. Saya lebih suka menyebutnya sebagai sepak bola kolektif atau harmonis," ujar De la Fuente.