Forum tersebut menjadi wadah penyatuan visi para menteri pemuda dan olahraga se-Asia Tenggara melalui penandatanganan Deklarasi Bali.
Salah satu poin penting dalam deklarasi tersebut adalah kesepakatan membangun identitas olahraga atau sport intellectual property (sport IP) tingkat Asia Tenggara.
Baca Juga:
MotoGP Mandalika 2026 Resmi Diluncurkan, Pemerintah Optimistis Dongkrak Ekonomi Hingga Triliunan Rupiah
Erick mencontohkan bagaimana sejumlah negara memiliki ajang maraton internasional bergengsi seperti London Marathon dan New York Marathon.
"Kita sepakat akan memiliki Asean Marathon di tahun 2027 dan 2028, mungkin 4 negara dulu Indonesia, Singapura, Malaysia dan Thailand," katanya.
Di sisi regulasi, Kemenpora juga melakukan reformasi besar melalui penerbitan Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 08 Tahun 2026.
Baca Juga:
Presiden Prabowo Dukung Pembinaan Atlet Berkelanjutan dan Penguatan Olahraga Disabilitas
Regulasi baru tersebut memangkas secara signifikan jumlah aturan yang sebelumnya dinilai terlalu kompleks dan berbelit.
Menpora Erick menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan deregulasi terhadap 191 aturan menjadi hanya empat aturan utama, sekaligus menyederhanakan sekitar 1.500 pasal menjadi 600 pasal agar lebih efektif dan mudah diterapkan.
"Di sinilah kita harapkan nanti sebagai fondasi awal, kita terus melakukan transformasi untuk memperbaiki sistem untuk mendukung olahraga nasional kita. Kita harus bisa bersaing di Asia Tenggara, Asia dan Dunia," katanya.