Pada gim pembuka, Panitchaphon sempat unggul dan menutup interval dengan skor 11-9. Bahkan, Ubed sempat tertinggal 16-18 dan 16-19.
Namun, Ubed menunjukkan mental juara dengan bangkit dan mengejar ketertinggalan hingga menyamakan kedudukan 19-19 sebelum akhirnya menutup gim pertama dengan kemenangan 21-19.
Baca Juga:
Tim Indonesia Siap Tempur, Putri KW dan Alwi Farhan Bidik Awal Manis di Malaysia
“Tadi sempat ketinggalan digame pertama, disitu saya tidak mau gampang menyerah. Pelatih terus meningatkan untuk menjaga fokus dan pikiran karena sebelum poin 21 masih bisa dikejar,” ujarnya.
Pada gim kedua, Panitchaphon tampil lebih agresif dan langsung memimpin jauh dengan skor 3-0, 5-0, hingga 14-8.
Tekanan bertubi-tubi membuat Ubed harus bekerja ekstra keras untuk menjaga konsistensi permainan. Perlahan namun pasti, Ubed mampu memperkecil jarak poin hingga memaksakan deuce 20-20.
Baca Juga:
SEA Games 2025 Jadi Ajang Uji Mental bagi Pebulu Tangkis Muda Indonesia
Sayangnya, pada momen krusial, Panitchaphon berhasil memanfaatkan peluang dan mengamankan gim kedua dengan skor 22-20.
Memasuki gim penentuan, tensi pertandingan kembali meningkat. Kedua pemain saling menyerang dan bertahan dengan intensitas tinggi.
Ubed kembali sempat tertinggal dalam perolehan poin, namun ketangguhan fisik, fokus, serta mental bertanding yang kuat membuatnya mampu mengendalikan permainan hingga akhirnya memastikan kemenangan dan keluar sebagai juara.